Selasa, 10 Juni 2014

Untuk kamu, yang kesekian kalinya.

Sekelibat tentang kita mengusik kembali. Aku bertanya apa kabar kamu disana, karena aku tidak baik-baik saja disini. Aku tau ini mungkin terdengar basi. Toh sudahlah pada akhirnya ini hanya berakhir seperti air yang kemudian dipanaskan. Iya, dipanaskann dan nantinya berubah wujud menjadi uap lalu terbang jauh tinggi menuju angan yang tak tergapai.

Seandainya kata bosan itu lenyap, seandainya yang kamu rasakan memiliki ikatan dengan epitelium dimana daya regenarasi perasaanmu akan tinggi sehingga setiap perasaanmu memudar itu akan ber-regenerasi secara terus menerus. Lalu bosan tidak akan menjadi penghalang untuk aku, kamu, kita.

Jangan tanya bagaimana perasaanku tanpa kamu yang mengisi hari-hariku. Karena akan dengan lantang aku katakan kamu bodoh. Majas Retorik kalau kamu ingin tau.

Seandainya aku mampu aku ingin menciptakan mesin waktu dan mengirimkanmu kepada peristiwa nagasaki. Agar kamu meledak lengkap bersama hatimu dan bersama hatiku yang kamu curi dan tak kamu kembalikan. Tapi aku tak mampu. Apalagi untuk sanggup.

Kamu tau? ketika harapan berkalut tanpa kenal waktu ketika itu pula aku tau peluangku untuk terus mengingatmu semakin besar. Kemudian aku tersadar proklamasi cinta yang dulu dideklarasikan sekarang terasa hanya tentengan sepele yang pada akhirnya kusadari sebagai omong kosong belaka.

Aku membenci ini. Membenci bagaimana lobus frontalis ini seharusnya mengingat hal lain bukan tentang kamu, salah, maksudku tentang kita.

Ini terasa nyata meski nyatanya harus kuakui tak ada yang bisa dinyatakan disini. Kita hanya bagaikan partikel gas ideal. Sekeras apapun aku berusaha kita hanya akan berakhir seperti ini, kita memang selalu bergerak tapi kita tak akan pernah saling menarik. 

"Because, some people are meant to fall in love with each other but not be together" -500 Days of Summer.




POST MALAM INI DISPONSORI OLEH GUE YANG LAGI UKK HAHAHHAHAHAHAHAHAHAHA


JANGAN NGETAWAIN! 

Minggu, 08 Juni 2014

The Fault In Our Stars

Hai. Gue tau terakhir kali gue nge-post adalah tentang bagaimana gue ingin bernostalgia dengan BBF tapi itu nanti aja karena gue baru aja selesai baca The Fault In Our Stars. 


(Gue beli yang versi kiri. Cetakan baru sih emang hahaha)


Gue sendiri tau novel ini sekitar beberapa bulan lalu ketika gue lagi searching di internet tentang novel yang lagi ngehits. Tapi baru beli minggu kemaren, itu pun karena secara tiba-tiba temen gue, Nabila, ngebahas novel ini. 

Akhirnya gue beli. Gue suka sama ceritanya dan juga quotes-quotesnya. Awalnya gue berpikir novel ini akan sangat basi karena ceritanya yang tentang penyakit dan kanker. Sumpah kalo gue bisa milih penyakit dan kanker adalah jenis novel yang paling gue hindari karena hanya akan berisikan tentang kesedihan secara keseluruhan. (Pengecualian kalo gue lagi pengen baca novel yang dari awal sampe akhir sedih)


"Aku percaya kau punya pilihan di dunia ini mengenai cara menceritakan kisah sedih, dan kami memilih cara yang lucu."
Begitulah, gue sangat suka gaya bahasa dimana kata bajingan, sialan, dan kata-kata kasar lainnya ada di novel ini hahahahaha jarang banget gitu loh. Dan dialog-dialog lucu antara Augustus Walters dan Hazel Grace. Terutama kalo Augustus udah ngeles dan narsis secara gak tau diri, kata gue lucu aja sih. 

Gue pernah nge-post di blog ini dimana gue ingin melancarkan resolusi gue seperti pengen suka nulis dan suka baca, satu per satu mulai terkabul, gue akhirnya suka baca (((SELAMAT ELMIRA!!!))) Teritung baru sih, mungkin baru satu tahun ini gue jadi hobi baca. Akan selalu gue usahakan tiap hari ada yang bisa gue baca. 

Gue seneng gimana John Green menceritakan cerita tentang perjuangan melawan penyakit ini secara lucu. Gimana sebenernya para pengidap kanker juga pada dasarnya adalah manusia normal yang gak butuh rasa kasihan dan punya keinginan yang ingin mereka lakukan dengan menyampingkan keadaan mereka yang sekarat. 

Hazel Graze dimana yang entah dia ini adalah perpaduan dari keputus-asaan terhadap kehidupan tapi juga tetap berusaha realistis. Seorang granat yang tidak ingin melukai orang-orang di sekitarnya ketika dia meledak. 

Augustus Walters seorang yang berusaha berpura-pura sehat agar seorang pengidap kanker tiroid menganggapnya manusia sehat bukan pengidap kanker osteosarkoma. Selalu berusaha berpikir positif tentang kehidupan meski takut untuk dilupakan. 

Sebenernya gue sempet bosen bacanya, jujur terjemahannya aneh, ya tapi gue tetap menghargai usaha si penerjemah inilah. Pengen nyari yang versi aslinya, bukan, bukan biar bisa baca part vulgarnya karena di versi Indonesia di potong bukan, hahahahahaha, serius bukan, cuma gue lebih pengen nangkep "gaya bahasa" nya si John Green ini aja sih. Gue kurang mewek di buku ini. Asli. Gue pengen lebih ketawa dan lebih nangis. 

Ini beberapa quotes-quotes dari The Fault In Our Stars.
 "Kau tidak bisa memilih apakah kau akan terluka di dunia ini, Sobat Lama, tapi kau bisa ikut menentukan siapa yang melukaimu. Aku menyukai pilihan-pilihanku. Kuharap Hazel menyukai pilihan-pilihannya."
 "Hanya ada satu hal di dunia ini yang lebih menyebalkan daripada mati gara-gara kanker di usia enam belas, yaitu punya anak yang mati gara-gara kanker."
"Ketidaktahuan adalah kebahagiaan."
"Kepedihan menuntut untuk dirasakan"
"Orang-orang bicara mengenai keberanian pasien kanker, dan aku tidak mengingkari keberanian itu. Aku telah disodok dan ditusuk dan diracun selama bertahun-tahun, tapi aku masih bertahan. Tapi jangan keliru, pada saat itu aku bersedia mati dengan sangat, sangat gembira."
"Rokok tidak akan membunuhmu jika dinyalakan. Dan aku tidak pernah menyalakannya. Lihat, ini metafora: Kau meletakkan pembunuh itu persis di antara gigimu, tapi tidak memberinya kekuatan untuk melakukan pembunuhan."
"Aku bukan ahli matematika, tapi aku tahu ini: Ada 0,1 dan 0,12 dan 0,112 serta sekumpulan bilangan tak terhingga lainnya. Tentu saja ada serangkaian bilangan tak terhingga yang lebih besar antara 0 dan 2, atau antara 0 dan sejuta. Beberapa ketakterhinggaan lebih besar daripada ketakterhinggaan lainnya. Seorang penulis yang dulu kami sukai mengajarkan hal itu kepada kami. Ada hari, ada banyak hari, ketika aku membenci ukuran rangkaian bilangan tak terhinggaku. Aku mengingginkan lebih banyak bilangan daripada yang kemungkinan besar akan kuperoleh. Dan betapa aku menginginkan lebih banyak bilangan untuk Augustus Waters daripada yang diperolehnya. Tapi Gus, Cintaku, tidak bisa kukatakan kepadamu betapa bersyukurnya aku atas ketakterhinggaan kecil kami. Aku tidak akan menukarnya dengan seluruh dunia. Kau telah memberiku 'selamanya' di dalam hari-hari yang terbatas, dan aku berterima kasih."
Dan semua orang berhak bahagia, bahkan penderita kanker sekalipun, karena
"Tanpa penderitaan, kita tidak bisa mengenal kebahagiaan."
Filmnya kalo di negara aslinya udah released kalo di Indonesia bentar lagi muncul sih, gue sudah merencanakan akan menonton ini bareng Farah bulan puasa nanti.

Mungkin sekian, sementara gue kasih rating 8,5 karena gue belum baca versi aslinya.

Ini pemeran Hazel Grace (Kayaknya ini sebelum potong rambut, soalnya di novel gue sih rambut do'i pendek)


Ini pemeran Augustus Walters (Berhubung gue adalah pecinta laki-laki oriental alias bermata sipit, jadi biasa aja)


Ini pemeran Issac, temannya Hazel&Gus yang nantinya buta 



P.S : Ini aneh, ketika gue re-read post ini gue baru sadar selain kata 'gue' sisanya diksi yang ada di post ini kaku dan baku. Pasti efek samping sekarat. Hahahaha. Kalimat efek samping sekarat milik Hazel Grace. Maksud gue, ini mungkin efek samping baca novel terjemahannya jadi kebawa-bawa.

Resolusi gue berikutnya adalah menjadi rajin.