Minggu, 03 Maret 2019

It's been a while, hallo everyone.

Hai semua, this blog had been vacuumed for years but I decided to re-open this blog for the sake of myself hahahahaha. Rasanya otak lagi banyak banget yang dipikirin, sampe tumpah, dan sampe butuh tempat lain buat nampung karena kepala sendiri jelas udah gak muat.

Beberapa tulisan di blog ini sudah gue hapus, beberapa gue sembunyikan, beberapa tetep gue pajang karena dua alasan, yang pertama,  tulisan tersebut gak begitu masalah kalo orang-orang baca, yang kedua, karena capek aja filter 250+ posts lebih. Ya, gak heran juga mengingat terakhir kali blog ini aktif di tahun 2016 dan pertama kali gue bikin itu tahun 2010. Jadi jelas aja banyak hal yang gue tuang di sini.

Dan blog ini gue buka untuk (publik) lagi akhirnya, karena... gak ada alasan jelas sih, mungkin karena gue berharap ada orang yang baca dan (in case) isi pikiran gue lagi gak bener, ada yang bisa memberikan masukan atau pandangan lain.

Nah, cukup BAB 1-nya. Cie ilah.

Akhir 2018 gue sempat punya resolusi, gue ingin di tahun 2019, ketika angka dua di hidup gue bukan lagi ditemani angka 0 tapi juga sudah ada angka 1 dan akan terus bertambah setiap tahunnya, hidup gue jadi lebih ada isinya. Mungkin, kalo gue berharap hidup gue langsung penuh, gak masuk akal kali ya, tapi seenggaknya mulai terisi sedikit demi sedikit.

Banyak hal yang harus gue rubah, karena jujur empat tahun terakhir rasanya diri gue (personally) mengalami degradasi kualitas, gue bahkan lebih ngerasa gue yang ada di waktu SMA ini lebih dewasa, lebih tangguh, lebih cerdas daripada gue sekarang. Tapi gapapa, gue gak akan menyesali apa yang menjadi diri gue kemarin, karena itu tetap bagian hidup gue. Ya manusia emang sukanya berdinamika.

Tiga bulan terakhir, membuat gue merasakan ini adalah turning point buat gue, banyak yang coba gue atur dan gue kendalikan, mungkin orang gak tau, tapi ya wajar, karena yang paling tau diri kita, adalah diri kita sendiri.

Tahun ini juga gue alhamdulillah mulai kerja, part time tapi kontrak selama satu tahun ke depan, mungkin buat sebagian orang dari segi pekerjaan dan penghasilan bukan sesuatu yang hebat, tapi lagi-lagi  gue gak mau membahas bagaimana pandangan orang. Toh niat gue adalah mencari pengalaman yang tentu saja harapannya bisa belajar juga.

Gue mencoba memperbaiki akademik gue, buat sebagian orang mungkin biasa aja, tapi buat gue ada peningkatan yang tetap perlu gue hargai. Menghargai usaha diri sendiri gak salah lah ya. Gue memberanikan diri untuk ambil peran di mata kuliah studio, dan ini sangat membantu gue buat boosting kepercayaan diri yang sempat turun, ternyata daya tangkap gue gak se-buruk yang gue kira.

Gue juga mencoba buat ambil les tambahan buat memperbaiki english skill gue yang semoga membuahkan hasil entah untuk sekarang atau di kemudian hari.

Agak berat dengan banyaknya peran yang diambil dan emang semua terjadi gitu aja, seakan Allah sedang mengabulkan keinginan gue sekaligus, dan hal ini gak gue kira sebelumnya.

Badan gue hari ini drop banget, udah gak enak dari seminggu lalu, tapi masih gue paksakan, akhirnya hari ini tumbang hahaha. Tapi gapapa, mungkin ini solusi dari Allah karena akhir-akhir ini gue ngeluh terus, dan Allah memberikan kesempatan untuk istirahat. Alhamdulillah.

Tapi lama-lama, gue jadi berpikir, langkah-langkah kecil yang gue ambil ini, akan mampu membawa gue kemana ya?

Jalan ini, mau yang lurus, yang belok, yang mulus, yang jelek, akan membawa gue ke tempat mana?

Satu yang hilang dari gue setelah gue lulus SMA, dan sampai sekarang masih gue cari dan gue harap kembali,

tujuan akhir.

Jumat, 01 Juli 2016

Random Talk

Malam ini..

Salah deng. Dini hari ini, pukul 02:16 WIB gue masih merasa segar dan bugar padahal malam sebelumnya gue terhitung kurang tidur dibandingkan malam-malam liburan gue yang lain. Ditambah gue juga hari ini ada hal yang dilakukan selain bengong dan tidur di rumah dari subuh sampe maghrib.

Yaudah kebanyakan intermezzo. Intinya karena merasa belum ngantuk dan ingin menjadi sedikit produktif di waktu liburan ini, ingin kembali menuangkan pikiran dalam tulisan seperti dulu lagi. Sekaligus melatih kemampuan gue untuk mengekspresikan diri sendiri lagi, karena dalam jangka waktu panjang ke depan sepertinya gue harus mulai terbiasa untuk menulis lagi. Jadi, yaudah dimulai dari waktu liburan aja.

Banyak banget sih yang ingin gue tuliskan tapi kalo dipikir-pikir. Sekitar 5 hari yang lalu, hari Senin bukan sih? ya pokoknya Senin kemarin, gue pulang dari kampus abis ngobrol-ngobrol sama senior dan beberapa temen di jurusan. Simple sih, ngomongin beberapa hal tentang bayangan di jurusan aja bakal kayak gimana. Terus beres sekitar jam setengah 11 malam, gak mungkin pake angkot dong jam segini, yaudah memutuskanlah untuk naik gojeg, tapi dijemputnya gak di depan kampus, karena gue pengen jajan dulu, iya jajan. Beneran jajan ke salah satu minimarket 24 jam yang biasa kita sebut "lingkaran K" itu kebetulan deket sebuah rumah sakit yang ada di deket kampus gue, jadi gue bilang "Pak, saya dijemput di depan rumah sakit **** aja ya, 15 menit lagi aja Bapak kesininya."

Setelah beres jajan-jajan ceria karena selama bulan puasa emang jarang jajan akhirnya menemukan cemilan berasa melihat surga dunia, gak deng lebay, yaudah abis jajan jalan dikit ke depan rumah sakit, sebenernya daerah kampus gue terkenal horror. Baik horror karena makhluk bercelurit atau makhluk tak nampak kaki. Tapi malam itu gue gak takut sama sekali. Mata gue tertuju sama cahaya yang ada di rumah sakit. Bahkan, gue nunggu gojek itu di depan gerbang rumah sakit yang ngarah langsung ke jalan menuju kampus gue, yang mana emang cukup banyak cerita miring miring bikin pusing dan merinding tentang jalan itu. Anehnya, gue tetap tidak merasa takut. Padahal gue nonton The Conjuring 2 aja teriak-teriak dari awal sampe selesai sampe adek gue komentar "orang kayak kamu harusnya nonton 'Finding Dory' aja di studio sebelah" krik, eh tapi adek gue serius ngatain gue kayak gini. 

Kenapa gue gak merasa takut?

Karena gue fokus sama rumah sakit yang ada di belakang gue. Pikiran gue tetap mengarah kesana, meskipun yang ada di depan mata gue adalah jalanan sepi kosong, gelap, dan seharusnya menyeramkan. 

Gue cuma mikir, kenapa rumah sakit lebih dikenal sebagai tempat menyeramkan hanya karena banyak yang kehilangan nyawa di tempat itu padahal, ada banyak keluarga yang tersenyum karena kehadiran sesosok titipan Tuhan di tempat itu. Gue gak ngerti. Sama kayak gimana gue gak ngerti film romansa picisan yang menggunakan bandara sebagai bagian dari latar yang mendukung adegan termehek-mehek karena sebuah perpisahan. Elah, padahal tinggal beli tiket lagi aja buat nyusul, gak usah lari-lari di bandara seakan pesawat yang ditumpangi sosok yang dikejar itu akan membawa penumpangnya ke akhirat. Hehe ya intinya, bandara bukan hanya tentang perpisahan. Tapi juga bisa menjadi tempat perjumpaan, maksud gue, ketika kita ke bandara tujuan kita bukan hanya tentang pergi tetapi juga tentang pulang. Cie pulang. 

Iya, dari sini gue mikir panjang, banyak hal di dunia ini yang terbiasa kita liat dari satu sudut pandang padahal, kalo kita liat dari sisi lain, punya cerita lain. 

Sama kayak manusia. 

Gue, dan manusia lain, banyak yang cepat meyakini satu manusia begini dan begitu hanya karena begini dan begitu. Padahal memikirkan manusia itu harusnya lebih sulit dari memecahkan soal uts kalkulus gue. Karena tidak ada yang tau bagaimana jawabannya, bisa banyak cara untuk melihat banyak sudut dari seorang manusia. 

Yaudah gitu doang, intinya ingin mengingatkan diri sendiri untuk gak gampang ngejudge orang cuma dari satu aspek aja karena satu tahun ini, ketika gue tidak menulis, tidak mengungkapkan isi pikiran gue, gue jadi jarang berpikir dalam, akhirnya cuma mikir dangkal, dan gampang judge sana sini, ini itu, akhirnya menuai hal negatif untuk diri sendiri. 


Udah El gini doang pikirannya? 

Iya udah. Soalnya udah 15 menit, gojegnya udah dateng jadi udah gak mikirin ini lagi. Ganti jadi mikirin mas-mas gojeg yang tengah malam masih mau mencari nafkah. 






Rabu, 06 Mei 2015

List of My Favorite Korean Dramas (the most impressive for me)

HAI! Lama gak nulis blog!!!! kangen!!!!!! apalagi nulis tentang yang absurd. Karena belakangan seringan curhat tentang UN dan baper dan lain-lain kali ini mau bahas yang selalu bisa bikin gue seneng!!

APALAGI KALO BUKAN TENTANG KOKOREAAN.

Hm. Karena otak gue udah kebanyakan terkontaminasi drama korea dan gue udah gak bisa ngitung ada berapa drama korea yang udah gue tonton akhirnya gue memutuskan untuk me-list drakor apa aja yang bikin gue terkesan selama 6 tahun gue nonton yang haram haram

1. You Who Came From The Star.














Ya gimana gak berkesan, drama ini jago banget menghantam hati gue. Jalan ceritanya gak ketebak. Mana peran-peran di drama ini bikin gue baper lagi.

Ah tapi, kapan sih gue nonton drama korea gak baper.

2. Boys Before Flowers.

















Meskipun drama ini recycle sih bukan versi asli tapi ya..................gimana gak berkesan................orang drama ini yang bawa gue ke lubang hitam (re: dunia per-oppa-an) Gara gara drama ini seorang Elmira yang berumur 11 tahun mulai jatuh ke dunia jahanam.
Tereretetetetetetet ALMOST PARADISEEEEEEEE

Kasih tau gue manusia mana yang punya TV dan kenal internet tapi gak tau tentang drama ini.

3. Kill Me Heal Me












Salah satu drama teranjis sih kalo kata gue. Bangsat banget lah. Kek ini pertama kalinya gue suka sama karakter pyschopath!!!!! HUHUHU!! Bawaannya pengen doa "Ya Allah aku juga mau sama yang gitu pyscopath" bawaannya pengen melemahkan diri gue biar di protect. Sebenernya drama ini cukup unik sih kata gue, tentang seorang laki-laki yang punya penyakit mental gituu, penyakit Dissociative Identity Disorder ya kayak kepribadian ganda terus tiap kepribadian dia tuh punya nama yang lain. Jadi semacam ada orang lain yang hidup dalam diri kita padahal sebenernya itu juga bagian dari diri kita.  (Sebenernya Its Okay Its Love juga nyeritain tentang penyakit mental tapi gue gak terlalu terkesan. Abis drama ini cuma sekedar terfokus ke "Jo In Sung kena skizofrenia terus harus disembuhin. Udah sekedar gitu.) Tapi di drama ini gue seneng gimana semuanya itu terhubung satu sama lain, gimana sebab akibatnya tuh digambarin jelas banget. TAPI GILA AJA BAYANGIN DONG 1 ORANG ADA 7 KEPRIBADIAN HAH GILA GAK TUH?! Paling suka kepribadian pyscopath-nya Cha Do Young yang sangar manly tapi rapuh yaitu Shin Selgi. Ya Allah pengen melukkkkkkkkkkk. Pengen ngomong "bagikan saja lukamu pada lukaku." Eh gue juga suka sama si Oh Ri On YA ALLAH SEUMUR HIDUP BAKAL DICAMPAKKAN DIANGGAP KAKAK DOANG. Kelakuannya dongdong banget tapi sekalinya serius meleleh hati aing!! meleleh!!!! HANTAM HATI ADEK BANG HANTAMMMMMMMMM!!!

Gue nulis ini terlihat tolol gak? Maklum drama ini emang baru beres nonton banget jadi masih kerasa efek-efeknya.

4. Reply 1997











Awalnya nonton ini cuma gara-gara ada Eunji sama Hoya nya aja. Kenapa ini berkesan bagi gue? KARENA HOYA JADI HOMO DISINI T__T eh tapi bagian hoya jadi homo emang berkesan sih, tapi gak cuma itu. Kalo kadang males sama drama korea yang suka bikin nangis dan bawaannya pengen ketawa terus ya drama ini emang cocok. Kayak adegan sedihnya tuh ya dikiiit bangettt. Sisanya ketawa-ketawa aja kayak orang bego.



5. I Hear Your Voice









Berkesan karena gue adalah tipe cewek yang selalu agak gimana sama hubungan cewek-cowok tapi cowoknya lebih muda. TAPI NONTON INI BAPER BANGET YA ALLAH GAK BOONG. Gila kapan lagi ada drama yang ceritanya tentang cewek 28 tahun sama cowok bau kencur umur 19 tahun tapi chemistry tetep bikin dagdug der hah????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Seneng banget T_T Pengen di protect juga huhuhuhuhu.

Adegan yang paling berkesan pas lee jongsuk jatuh dari atap terus lee boyoung ngeliat langsung pingsan. Padahal suasananya lagi sedih tapi gue nonton adegan itu ketawa aja gatau kenapa.

6. You're All Surrounded


















Gue terkesan sama drama ini karena Ahn Jaehyun nya ganteng banget disini jadi pengen macarin. Gak deng. Gini-gini standar gue tinggi kalo masalah drakor, jalan ceritanya emang bagus sih, terus akting Lee Seung Gi nya bagus banget. Mana selain tentang romance, konflik utama disini kan ngebahas tentang keluarga ya...gue suka lemah sih kalo ada cerita tentang keluarga gitu huhuhu alhasil mewek gitu nonton beberapa episode di drama ini.

 Sampe detik ini, kalo liat Ahn Jaehyun disini masih pengen macarin.

7. Pinocchio
















Kalo nonton ini please gue ngerasa banget kalo gue tuh Choi Inha!!!!!!!!!! ini tuh udah gue bangettt!! kita sama sama cerewet dan gak suka makan kuning telur!!!..........Iya tau sih alasan gue serendah itu untuk mengasumsikan gue tuh Choi Inha banget. Tapi bodo amat. Liat Choi Dalpo bawaannya pengen bersandar gitu di bahunya. anjas. Terus Seo Bum Jo!! YA ALLAH GUE SAMPE SEKARANG MASIH SUKA MIRIS SAMA PEMERAN LAKI-LAKI KEDUA. Soalnya selalu jadi sampah dan dicampakkan. Drama ini worthy ditonton secara marathon kok. Gue nonton ini pas tepat abis UN, pulang langsung nonton terus khilaf akhirnya gak tidur sampe subuh cuma buat nonton ini.

Sekali-kali dibikin ending tuh pemeran laki-laki utama kek yang di friendzone-in. Terus dicampakkan. Biar beda gitu loh.


8. Three Days















Ini satu-satunya drama yang berhasil gue tonton sampe tamat padahal gak ada adegan romance-nya. GILA GAK SELAMA 16 EPISODE GUE DIBIKIN DEG-DEG AN TEGANG DAN TAKUT. Gak ada Ice Breakingnya. Hah. Gila. Ada sih romance nya tapi itu tuh secuilnya bener2 secuil.

9. Playfull Kiss 




Berkesan karena gue seneng banget sama karakter Oh Haninya, plot dramanya sih ringan banget cuma sekedar cinta anak ABG. Tapi tetep aja seneng sama Oh Hani kayak yang "HAH GILA KALO INI BENERAN GUE SANGGUP GAK YA GATAU MALU NGEJAR2 COWOK KAYAK GITU SELAMA 4 TAHUN???" Tapi akhirnya setelah 4 tahun dapet juga doinya. Hmmm


10. 49 Days













Mantap. Jarang banget ada drakor yang sad ending biasanya kan happy ending gitchu deh. Dan drama ini bikin gue sampe "eh gila eh gila mana ada malaikat maut seganteng ini sih parah"

Kemudian disaut sama Jung Ilwoo "Aku scheduler bukan malaikat maut!!!!!!!!"

Ah, apaan sih El.

Hm sebenernya masih banyak lagi, tapi karena nulis ini cuma iseng agar gue cepet ngantuk dan bisa tidur akhirnya 10 aja ya.

Hm. Tau kan sekarang kenapa terjebak di dunia per-oppa-an itu bikin gue gak bisa keluar :(

Hm. Nih ada cuplikan Kill Me Heal Me.udah mewakili gue banget






Rabu, 22 April 2015

aku rindu semuanya. aku bahkan rindu Tuhanku. Tapi terkadang aku sadar aku melupakannya terlampau sering, 
aku selalu ingin tau apakah orang-orang ingin tau suatu hal tersebut atau tidak.
tapi kemudian aku tersadar yang aku ingin bukan mereka untuk tau tapi agar mereka lebih peduli.

manusia terlalu banyak kebutuhan. 

Sabtu, 28 Maret 2015

yang aku tau Allah sedang menguji kesabaranku untuk menggantinya dengan sesuatu yang memang aku inginkan atau bahkan tidak pernah aku bayangkan.

Minggu, 15 Maret 2015

Hujan Turun Lagi Hari Ini

Hujan turun lagi hari ini.
Dan kamu tidak berteduh.
Hujan turun lagi hari ini.
Dan aku butuh melihat bola matamu.

Haruskah aku bertarung melawan egoku?
Disaat aku berhasil melihat kehangatan pada bola matamu.
Haruskah aku menerjang hujan untuk menemui?
Agar setidaknya kamu tau, aku sedikit mengharapkanmu.

Tuhan...
Aku tak ingin melanggar janjiku.
Tapi sekeras aku mencoba untuk menahannya.
Sekeras itu pula hati ini meronta.

Tuhan...
Aku berada di tengah persimpangan.
Apakah ini yang mereka sebut anugerah?
Ataukah ujianmu untuk mengetahui sejauh mana ketaatanku?

Hujan turun lagi hari ini.
Tapi tidak untukmu, hanya untukku.
Hujan turun lagi hari ini
Dan tak ada atap bagiku untuk berteduh sepertimu.