Minggu, 07 Desember 2014
Kamis, 17 Juli 2014
The Sun, Behind the Storm.
Kamu tidak pernah membayangkan seberapa lama aku diterjang badai. Kamu tidak pernah tau seberapa besar ketakutanku akan sambaran petir. Kamu tidak mengerti seberapa lama aku berusaha bersabar untuk menanti. Lalu ketika awan gelap menakutkan itu mulai memudar ditelan waktu yang telah beringsut melenyapkan itu semua haruskah aku hanya terfokus bahwa pelangi akan datang setelah badai? Karena pada nyatanya aku melupakan matahari, matahari yang selalu ada bahkan ketika badai datang membentengi semua hal ini dengan kerasnya guyuran kehidupan, dan tololnya aku, aku tidak menyadari. Karena aku terlalu berkutat dengan awan besar hitam yang menghalangi.
Lalu aku tersenyum menatap langit kini, kemana pelangi yang lama aku nantikan? Pergi. Kemana matahari yang selalu berada di dekatku? Masih disini. Ya, masih bersinar. Karena pada dasarnya untuk apa kita menantikan sebuah pelangi di 'akhir' kejadian buruk yang kita terima kalau matahari selalu ada disana, dibalik apa yang telah terjadi. Selalu. Selalu ada.
Jangan salahkan tentang siapa yang selalu ada atau tidak disaat seperti ini atau itu. Karena ada dua kemungkinan, ketika mereka memang pergi atau ketika kita terlalu tidak tau diri untuk sekedar menyadari.
Dan kini akhirnya aku mengerti, aku tidak seharusnya membuang waktuku untuk pelangi. Aku tidak seharusnya berharap gemerlap warnanya untuk mewarnai jalan setapak yang aku lalui dan jalan-jalan lain yang akan aku lalui. Aku seharusnya tidak usah peduli tentang me-ji-ku-hi-bi-ni-u yang dia miliki. Iya aku tidak seharusnya untuk peduli akan hal itu. Matahari mungkin hanya mampu mewarnaiku dengan satu cahaya silaunya. Tapi itu cukup untuk menuntunku menyusuri jalan ini dan mencari jalan keluar tentang berharganya sebuah kehidupan.
Karena pada akhirnya aku sendiri akan memahami, seberapa banyak pun warna yang mampu dia berikan itu tidak akan pernah berarti kalau hanya untuk singgah kemudian pergi. Dan asal kalian tau, satu warna cukup untuk menemani kita menjalani hari.
Selasa, 10 Juni 2014
Untuk kamu, yang kesekian kalinya.
Sekelibat tentang kita mengusik kembali. Aku bertanya apa kabar kamu disana, karena aku tidak baik-baik saja disini. Aku tau ini mungkin terdengar basi. Toh sudahlah pada akhirnya ini hanya berakhir seperti air yang kemudian dipanaskan. Iya, dipanaskann dan nantinya berubah wujud menjadi uap lalu terbang jauh tinggi menuju angan yang tak tergapai.
Seandainya kata bosan itu lenyap, seandainya yang kamu rasakan memiliki ikatan dengan epitelium dimana daya regenarasi perasaanmu akan tinggi sehingga setiap perasaanmu memudar itu akan ber-regenerasi secara terus menerus. Lalu bosan tidak akan menjadi penghalang untuk aku, kamu, kita.
Jangan tanya bagaimana perasaanku tanpa kamu yang mengisi hari-hariku. Karena akan dengan lantang aku katakan kamu bodoh. Majas Retorik kalau kamu ingin tau.
Seandainya aku mampu aku ingin menciptakan mesin waktu dan mengirimkanmu kepada peristiwa nagasaki. Agar kamu meledak lengkap bersama hatimu dan bersama hatiku yang kamu curi dan tak kamu kembalikan. Tapi aku tak mampu. Apalagi untuk sanggup.
Kamu tau? ketika harapan berkalut tanpa kenal waktu ketika itu pula aku tau peluangku untuk terus mengingatmu semakin besar. Kemudian aku tersadar proklamasi cinta yang dulu dideklarasikan sekarang terasa hanya tentengan sepele yang pada akhirnya kusadari sebagai omong kosong belaka.
Aku membenci ini. Membenci bagaimana lobus frontalis ini seharusnya mengingat hal lain bukan tentang kamu, salah, maksudku tentang kita.
Ini terasa nyata meski nyatanya harus kuakui tak ada yang bisa dinyatakan disini. Kita hanya bagaikan partikel gas ideal. Sekeras apapun aku berusaha kita hanya akan berakhir seperti ini, kita memang selalu bergerak tapi kita tak akan pernah saling menarik.
"Because, some people are meant to fall in love with each other but not be together" -500 Days of Summer.
POST MALAM INI DISPONSORI OLEH GUE YANG LAGI UKK HAHAHHAHAHAHAHAHAHAHA
JANGAN NGETAWAIN!
Minggu, 08 Juni 2014
The Fault In Our Stars
Hai. Gue tau terakhir kali gue nge-post adalah tentang bagaimana gue ingin bernostalgia dengan BBF tapi itu nanti aja karena gue baru aja selesai baca The Fault In Our Stars.
(Gue beli yang versi kiri. Cetakan baru sih emang hahaha)
Gue sendiri tau novel ini sekitar beberapa bulan lalu ketika gue lagi searching di internet tentang novel yang lagi ngehits. Tapi baru beli minggu kemaren, itu pun karena secara tiba-tiba temen gue, Nabila, ngebahas novel ini.
Akhirnya gue beli. Gue suka sama ceritanya dan juga quotes-quotesnya. Awalnya gue berpikir novel ini akan sangat basi karena ceritanya yang tentang penyakit dan kanker. Sumpah kalo gue bisa milih penyakit dan kanker adalah jenis novel yang paling gue hindari karena hanya akan berisikan tentang kesedihan secara keseluruhan. (Pengecualian kalo gue lagi pengen baca novel yang dari awal sampe akhir sedih)
Gue pernah nge-post di blog ini dimana gue ingin melancarkan resolusi gue seperti pengen suka nulis dan suka baca, satu per satu mulai terkabul, gue akhirnya suka baca (((SELAMAT ELMIRA!!!))) Teritung baru sih, mungkin baru satu tahun ini gue jadi hobi baca. Akan selalu gue usahakan tiap hari ada yang bisa gue baca.
Gue seneng gimana John Green menceritakan cerita tentang perjuangan melawan penyakit ini secara lucu. Gimana sebenernya para pengidap kanker juga pada dasarnya adalah manusia normal yang gak butuh rasa kasihan dan punya keinginan yang ingin mereka lakukan dengan menyampingkan keadaan mereka yang sekarat.
Hazel Graze dimana yang entah dia ini adalah perpaduan dari keputus-asaan terhadap kehidupan tapi juga tetap berusaha realistis. Seorang granat yang tidak ingin melukai orang-orang di sekitarnya ketika dia meledak.
Augustus Walters seorang yang berusaha berpura-pura sehat agar seorang pengidap kanker tiroid menganggapnya manusia sehat bukan pengidap kanker osteosarkoma. Selalu berusaha berpikir positif tentang kehidupan meski takut untuk dilupakan.
Sebenernya gue sempet bosen bacanya, jujur terjemahannya aneh, ya tapi gue tetap menghargai usaha si penerjemah inilah. Pengen nyari yang versi aslinya, bukan, bukan biar bisa baca part vulgarnya karena di versi Indonesia di potong bukan, hahahahahaha, serius bukan, cuma gue lebih pengen nangkep "gaya bahasa" nya si John Green ini aja sih. Gue kurang mewek di buku ini. Asli. Gue pengen lebih ketawa dan lebih nangis.
Ini beberapa quotes-quotes dari The Fault In Our Stars.
Mungkin sekian, sementara gue kasih rating 8,5 karena gue belum baca versi aslinya.
P.S : Ini aneh, ketika gue re-read post ini gue baru sadar selain kata 'gue' sisanya diksi yang ada di post ini kaku dan baku. Pasti efek samping sekarat. Hahahaha. Kalimat efek samping sekarat milik Hazel Grace. Maksud gue, ini mungkin efek samping baca novel terjemahannya jadi kebawa-bawa.
Resolusi gue berikutnya adalah menjadi rajin.
(Gue beli yang versi kiri. Cetakan baru sih emang hahaha)
Gue sendiri tau novel ini sekitar beberapa bulan lalu ketika gue lagi searching di internet tentang novel yang lagi ngehits. Tapi baru beli minggu kemaren, itu pun karena secara tiba-tiba temen gue, Nabila, ngebahas novel ini.
Akhirnya gue beli. Gue suka sama ceritanya dan juga quotes-quotesnya. Awalnya gue berpikir novel ini akan sangat basi karena ceritanya yang tentang penyakit dan kanker. Sumpah kalo gue bisa milih penyakit dan kanker adalah jenis novel yang paling gue hindari karena hanya akan berisikan tentang kesedihan secara keseluruhan. (Pengecualian kalo gue lagi pengen baca novel yang dari awal sampe akhir sedih)
"Aku percaya kau punya pilihan di dunia ini mengenai cara menceritakan kisah sedih, dan kami memilih cara yang lucu."Begitulah, gue sangat suka gaya bahasa dimana kata bajingan, sialan, dan kata-kata kasar lainnya ada di novel ini hahahahaha jarang banget gitu loh. Dan dialog-dialog lucu antara Augustus Walters dan Hazel Grace. Terutama kalo Augustus udah ngeles dan narsis secara gak tau diri, kata gue lucu aja sih.
Gue pernah nge-post di blog ini dimana gue ingin melancarkan resolusi gue seperti pengen suka nulis dan suka baca, satu per satu mulai terkabul, gue akhirnya suka baca (((SELAMAT ELMIRA!!!))) Teritung baru sih, mungkin baru satu tahun ini gue jadi hobi baca. Akan selalu gue usahakan tiap hari ada yang bisa gue baca.
Gue seneng gimana John Green menceritakan cerita tentang perjuangan melawan penyakit ini secara lucu. Gimana sebenernya para pengidap kanker juga pada dasarnya adalah manusia normal yang gak butuh rasa kasihan dan punya keinginan yang ingin mereka lakukan dengan menyampingkan keadaan mereka yang sekarat.
Hazel Graze dimana yang entah dia ini adalah perpaduan dari keputus-asaan terhadap kehidupan tapi juga tetap berusaha realistis. Seorang granat yang tidak ingin melukai orang-orang di sekitarnya ketika dia meledak.
Augustus Walters seorang yang berusaha berpura-pura sehat agar seorang pengidap kanker tiroid menganggapnya manusia sehat bukan pengidap kanker osteosarkoma. Selalu berusaha berpikir positif tentang kehidupan meski takut untuk dilupakan.
Sebenernya gue sempet bosen bacanya, jujur terjemahannya aneh, ya tapi gue tetap menghargai usaha si penerjemah inilah. Pengen nyari yang versi aslinya, bukan, bukan biar bisa baca part vulgarnya karena di versi Indonesia di potong bukan, hahahahahaha, serius bukan, cuma gue lebih pengen nangkep "gaya bahasa" nya si John Green ini aja sih. Gue kurang mewek di buku ini. Asli. Gue pengen lebih ketawa dan lebih nangis.
Ini beberapa quotes-quotes dari The Fault In Our Stars.
"Kau tidak bisa memilih apakah kau akan terluka di dunia ini, Sobat Lama, tapi kau bisa ikut menentukan siapa yang melukaimu. Aku menyukai pilihan-pilihanku. Kuharap Hazel menyukai pilihan-pilihannya."
"Hanya ada satu hal di dunia ini yang lebih menyebalkan daripada mati gara-gara kanker di usia enam belas, yaitu punya anak yang mati gara-gara kanker."
"Ketidaktahuan adalah kebahagiaan."
"Kepedihan menuntut untuk dirasakan"
"Orang-orang bicara mengenai keberanian pasien kanker, dan aku tidak mengingkari keberanian itu. Aku telah disodok dan ditusuk dan diracun selama bertahun-tahun, tapi aku masih bertahan. Tapi jangan keliru, pada saat itu aku bersedia mati dengan sangat, sangat gembira."
"Rokok tidak akan membunuhmu jika dinyalakan. Dan aku tidak pernah menyalakannya. Lihat, ini metafora: Kau meletakkan pembunuh itu persis di antara gigimu, tapi tidak memberinya kekuatan untuk melakukan pembunuhan."
"Aku bukan ahli matematika, tapi aku tahu ini: Ada 0,1 dan 0,12 dan 0,112 serta sekumpulan bilangan tak terhingga lainnya. Tentu saja ada serangkaian bilangan tak terhingga yang lebih besar antara 0 dan 2, atau antara 0 dan sejuta. Beberapa ketakterhinggaan lebih besar daripada ketakterhinggaan lainnya. Seorang penulis yang dulu kami sukai mengajarkan hal itu kepada kami. Ada hari, ada banyak hari, ketika aku membenci ukuran rangkaian bilangan tak terhinggaku. Aku mengingginkan lebih banyak bilangan daripada yang kemungkinan besar akan kuperoleh. Dan betapa aku menginginkan lebih banyak bilangan untuk Augustus Waters daripada yang diperolehnya. Tapi Gus, Cintaku, tidak bisa kukatakan kepadamu betapa bersyukurnya aku atas ketakterhinggaan kecil kami. Aku tidak akan menukarnya dengan seluruh dunia. Kau telah memberiku 'selamanya' di dalam hari-hari yang terbatas, dan aku berterima kasih."Dan semua orang berhak bahagia, bahkan penderita kanker sekalipun, karena
"Tanpa penderitaan, kita tidak bisa mengenal kebahagiaan."Filmnya kalo di negara aslinya udah released kalo di Indonesia bentar lagi muncul sih, gue sudah merencanakan akan menonton ini bareng Farah bulan puasa nanti.
Mungkin sekian, sementara gue kasih rating 8,5 karena gue belum baca versi aslinya.
Ini pemeran Hazel Grace (Kayaknya ini sebelum potong rambut, soalnya di novel gue sih rambut do'i pendek)
Ini pemeran Augustus Walters (Berhubung gue adalah pecinta laki-laki oriental alias bermata sipit, jadi biasa aja)
Ini pemeran Issac, temannya Hazel&Gus yang nantinya buta
P.S : Ini aneh, ketika gue re-read post ini gue baru sadar selain kata 'gue' sisanya diksi yang ada di post ini kaku dan baku. Pasti efek samping sekarat. Hahahaha. Kalimat efek samping sekarat milik Hazel Grace. Maksud gue, ini mungkin efek samping baca novel terjemahannya jadi kebawa-bawa.
Resolusi gue berikutnya adalah menjadi rajin.
Senin, 28 April 2014
Review : You Who Came From the Star
HAI seperti yang gue bilang kemaren gue pengen cerita tentang drama korea yang baru gue selesai tonton. Tapi..bentar, mau nenangin diri dulu. Masih kena efek shock. Abis nonton RCTI ya Allah HAHAHAHA tapi yaudahlah gue gak mau nge judge gak mau nge bash meski ngakak meski gak suka liat Nikita Willy yang dapet peran jadi Cheon Song Yi versi Indonesia gue kudu keep calm and keep beauty. uhuk tetep cyin.
Yang jelas mau bahas YWCFTS aja.
Gue udah mulai nonton drama korea dari kelas 6 SD sampai sekarang gue kelas 2 SMA menjelang kelas 3 (HAHAHA MAKANYA JANGAN SALAHKAN GUE KALAU GUE SERING BERFANTASI LIAR. OTAK GUE UDAH TERKONTAMINASI BAHKAN SEBELUM GUE MENGALAMI MASA PUBERTAS)
Udah banyak drama korea yang gue tonton dan harus gue katakan ini adalah drama korea paling bagus menurut gue!!! serius!! gue bisa ketawa ngakak sampai terpingkal di menit pertama dan bisa langsung menangis di menit berikutnya. Gue bisa senyum-senyum sendiri ngeliat gimana romantis nya tapi gue juga bisa ngerasain hati gue tersayat di beberapa bagian. ya katakanlah ini lebay tapi gue selalu lebay kalo nonton drama korea gak tau kenapa HAHAHAHA tapi serius ini yang paling ekstrim. Ada bagian dimana semua jadi satu, gue bisa senyum tapi sakit hati dan galau tapi gue juga ketawa dan bercucuran air mata. Pokoknya pas bagian yang si Do Min Joon nya nonton video Cheon Song Yi nari-nari pake lagu Bruno Mars yang Marry You gue nangis kejer sekaligus ketawa. Disatu sisi ini lucu tapi di sisi lain mereka cuma punya waktu 1 bulan lagi untuk bareng padahal lagi sayang sayang nya.
GUE CINTA BANGET SAMA PENULIS SKENARIO NYA. KREATIF.
Gue seneng sama Do Min Joon (SALAH DENG BUKAN SENENG LAGI TAPI CINTA) gimana di awal episode muka dia datar, hidup dia flat banget tapi perlahan muncul berbagai ekspresi kayak senyum sampai nangis yang meski epic TETEP GANTENG. Gue juga seneng gimana dia selalu ada buat Cheon Song Yi disaat Song Yi kesusahan. Gue seneng gimana dia rela buat memilih untuk gak pulang ke planetnya padahal udah nunggu 404 tahun lebih meski dia tau itu sama aja bunuh diri karena dia bakal mati semua demi Song Yi. Meski ujung2nya dia balik ke planetnya tapi dia tetap kembali ke Bumi kan.
Gue seneng sama katakter Cheon Song Yi yang emang keliatan kayak yang angkuh ngerasa sempurna, di sisi lain sebenernya punya kelembutan. Karakter Jun Ji Hyun disini sebagai Cheon Song Yi berhasil bikin emosi gue naik turun. Maksudnya, seketika gue ketawa gara-gara dia bego banget, berikutnya gue tersenyum kagum karena dia bisa dewasa, berikutnya gue bisa nangis karena acting dia.
Terus si Lee Hee Kyung, ya Allah kenapa pemeran laki-laki kedua adalah yang selalu ada dan selalu berkorban tapi SELALU BERAKHIR SEBAGAI SAMPAH. DICAMPAKKAN. ADUH SAKIT. cinta cinta cinta banget sama karakter Lee Hee Kyung, gue seneng sama perjuangan dia selama 15tahun mengejar cinta (ditambah dibagian 3 tahun kemudian dia tetap setia, jadi 18 tahun) yang gak pernah nyerah, gue seneng gimana dia tetap optimis dan percaya kalo suatu hari Song Yi bakal jawab "Iya" ketika dia nanya "Maukah kamu menikah denganku?" Meski sampai akhir dia tetap masuk Friendzone. BETAPA MENYAKITKANNYA FRIENDZONE.
Gue selalu benci sama tokoh antagonis drama korea tapi di drama ini jujur gue malah seneng. Gue seneng sama karakter Yoo Se Mi disini, gue sendiri agak bingung dia masuk nya antagonis apa protagonis ya... di satu sisi gue juga jelas bakal berubah kayak dia, ya gimana enggak selama 15 tahun lo selalu jadi nomer dua, dari urusan karir sampe cinta. SAKIT TAUK. Gimana rasanya lo selalu baik tapi gak dihargai, gimana rasanya lo selalu ada untuk mengucapkan selamat tapi giliran lo sukses semua se-akan gak ada arti. OH SAKITNYA. Di sisi lain dia tetap punya rasa peduli sama Song Yi (diakhir cerita kan mereka deket lagi) Dia yang sama kayak Hee Kyung, harus masuk Friendzone. KENAPA SIH ORANG BAIK HARUS JADI SAMPAH TERUS.
Karakter yang paling antagonis disini adalah Lee Jae Kyung dan gue juga suka. Jahat sih tapi acting nya bagus. POKOKNYA BAGUS
AH POKOKNYA INI PERTAMA KALI NYA ADA DRAMA KOREA YANG BIKIN GUE JATUH CINTA SAMA SEMUA KARAKTERNYA. GARIS BAWAHI KATA SEMUA.
Biasanya, gue kalau nonton drama korea selalu jatuh cinta sama pemeran utama cowoknya DOANG atau pemeran cowok kedua nya DOANG. tapi kali ini gue jatuh cinta sama keduanya. GUE DILEMA ABIS. yang satu selalu ada pas kita kesulitan dan berkorban abis-abisan, yang satu selalu ada dalam keadaan apapun dan berjuang abis-abisan. Tapi gimana ya hati emang gak bisa bohong. ASIK.
Gue juga suka sama quotes-quotes yang ada di drama ini. AH GUE MULAI GILA.
SEDIH LO SERIUS. Gue suka sama endingnya. Endingnya gak bisa gue tebak. Awalnya gue punya banyak spekulasi, yang pertama si Do Min Joon nya balik ke planetnya dan ending drama ini akan menjadi SAD ENDING. Atau si Do Min Joon nya menetap di Bumi meski ujung2nya dia jadi mati dan tetap jadi SAD ENDING atau si Do Min Joon kembali ke Bumi tapi 404 tahun lagi dan bertemu reinkarnasi dari Cheon Song Yi yang bakal bikin ending ini jadi SAD ENDING dicampur WEIRD ENDING.Atau si Do Min Joon nya menetap di Bumi dan gak mati karena sesuatu hal yang bakal bikin cerita ini jadi HAPPY ENDING tapi malah jatoh ke WEIRD ENDING di mata gue nanti nya. Eh tau nya Do Min Joon tetap kembali ke planetnya dan untung UFO yang dia naiki masuk ke wormhole Jadi dia bisa menembus ruang dan waktu. Saik. Jadi ending-nya tetap mempertahankan unsur "fantasi"-nya.
Episode 20 dan 21 adalah pembabatan air mata banget. Gue nonton ini malem-malem dan nangis kejer HAHAHA. Si Song Yi yang tetap setia nungguin Do Min Joon aduh hatiku tersayat. Mungkin lagu Nikita Willy cocok untuk bagian ini. Ku akan menanti meski harus penantian panjang, ku akan tetap setia menunggumu. Duh gue gak begitu apal liriknya.
KALAU ADA AWARD LDR PALING JAUH, FIX MEREKA MENANG. Lo semua paling LDR-an sebatas antar kota, provinsi atau negara kan??? BELUM PERNAH BEDA PLANET KAN???
Do Min Joon yang harus bersusah payah buat kembali ke bumi, iya susah, karena bisa aja dia salah teleportasi, bisa aja dia malah nyampe ke Bulan atau Mars atau nyampe ke Bumi tapi malah nyasar ke kamar gue. BISA AJA.
Song Yi yang harus siap ditinggal Do Min Joon kapan aja dan secara mendadak karena kesedot lagi ke wormhole. Gimana mereka menghabiskan waktu mereka sebisa mungkin. Gimana saat-saat mereka berdua terasa sangat berharga karena bisa aja itu saat terakhir mereka ketemu. Gimana Do Min Joon yang harus bulak-balik antar planet tapi tetap berusaha balik ke Bumi. Gimana Song Yi yang harus siap sendiri tanpa bisa di duga meski ketika dia tertidur lalu bangun Do Min Joon akan ada di sampingnya kemudian berkata "Aku pulang."
Semua pola pikir gue tentang jeleknya alien, terus bentuk mereka yang kayak setengah kadal setengah komodo kemudian operasi pengen jadi banteng taunya salah operasi karena mal praktek dan berujung muka mereka malah jadi Buaya gagal bercampur spesies gak jelas lainnya UDAH MUSNAH. YEEE. Kalau semua Alien mukanya kayak Kim Soo Hyun, NIKAHKAN AKU DENGAN ALIEN.
Ya Allah apabila ada alien kayak Do Min Joon, Elmira minta satu ya Allah.
Ah ada satu lagi.
Ahn JaeHyun (Pemeran Cheon Yoon Jae alias yang jadi anak SMA di cerita ini alias yang jadi adiknya Cheon Song Yi) resmi gue masukin ke dalam daftar gue yaitu "Manusia laknat 2014" KARENA GUE BARU TAU DIA KELAHIRAN 87 YANG BERARTI LEBIH TUA SETAUN DARI KIM SOO HYUN YANG BERARTI GUE KETIPU KARENA GUE KIRA DIA KELAHIRAN 97. Tapi yaudahlah, Elmira tetap cinta Oppa. Geli sebenernya pake kata 'Oppa' tapi yaudah gapapa. Luphluph Oppa.
Duh, sampai kapan gue ada di dunia per-oppa-an ini. JELAS AJA. GUE TERJEBAK. I'M TRAPPED. SELAMANYA OTAK GUE AKAN DIKELILINGI MANUSIA GANTENG INI. udahlah mungkin bakal terus terjebak dalam dunia per-oppa-an.
Sekian. Eh, btw gue tau drama ini fiktif dan gak nyata, tapi biarin ajalah ya gue lagi melatih otak kanan soalnya. HAHAHAHA ALIBI ABIS.
Udah, sekian, sorry buat banyak nya capslock. KARENA GUE GAK BISA WOLES HAHAHAHA.
Dapet salam sayang kecup manis manja dari my babe, Kim Soo Hyun. muchmuch. luphluph.
Yang jelas mau bahas YWCFTS aja.
Gue udah mulai nonton drama korea dari kelas 6 SD sampai sekarang gue kelas 2 SMA menjelang kelas 3 (HAHAHA MAKANYA JANGAN SALAHKAN GUE KALAU GUE SERING BERFANTASI LIAR. OTAK GUE UDAH TERKONTAMINASI BAHKAN SEBELUM GUE MENGALAMI MASA PUBERTAS)
Udah banyak drama korea yang gue tonton dan harus gue katakan ini adalah drama korea paling bagus menurut gue!!! serius!! gue bisa ketawa ngakak sampai terpingkal di menit pertama dan bisa langsung menangis di menit berikutnya. Gue bisa senyum-senyum sendiri ngeliat gimana romantis nya tapi gue juga bisa ngerasain hati gue tersayat di beberapa bagian. ya katakanlah ini lebay tapi gue selalu lebay kalo nonton drama korea gak tau kenapa HAHAHAHA tapi serius ini yang paling ekstrim. Ada bagian dimana semua jadi satu, gue bisa senyum tapi sakit hati dan galau tapi gue juga ketawa dan bercucuran air mata. Pokoknya pas bagian yang si Do Min Joon nya nonton video Cheon Song Yi nari-nari pake lagu Bruno Mars yang Marry You gue nangis kejer sekaligus ketawa. Disatu sisi ini lucu tapi di sisi lain mereka cuma punya waktu 1 bulan lagi untuk bareng padahal lagi sayang sayang nya.
GUE CINTA BANGET SAMA PENULIS SKENARIO NYA. KREATIF.
Gue seneng sama Do Min Joon (SALAH DENG BUKAN SENENG LAGI TAPI CINTA) gimana di awal episode muka dia datar, hidup dia flat banget tapi perlahan muncul berbagai ekspresi kayak senyum sampai nangis yang meski epic TETEP GANTENG. Gue juga seneng gimana dia selalu ada buat Cheon Song Yi disaat Song Yi kesusahan. Gue seneng gimana dia rela buat memilih untuk gak pulang ke planetnya padahal udah nunggu 404 tahun lebih meski dia tau itu sama aja bunuh diri karena dia bakal mati semua demi Song Yi. Meski ujung2nya dia balik ke planetnya tapi dia tetap kembali ke Bumi kan.
Gue seneng sama katakter Cheon Song Yi yang emang keliatan kayak yang angkuh ngerasa sempurna, di sisi lain sebenernya punya kelembutan. Karakter Jun Ji Hyun disini sebagai Cheon Song Yi berhasil bikin emosi gue naik turun. Maksudnya, seketika gue ketawa gara-gara dia bego banget, berikutnya gue tersenyum kagum karena dia bisa dewasa, berikutnya gue bisa nangis karena acting dia.
Terus si Lee Hee Kyung, ya Allah kenapa pemeran laki-laki kedua adalah yang selalu ada dan selalu berkorban tapi SELALU BERAKHIR SEBAGAI SAMPAH. DICAMPAKKAN. ADUH SAKIT. cinta cinta cinta banget sama karakter Lee Hee Kyung, gue seneng sama perjuangan dia selama 15tahun mengejar cinta (ditambah dibagian 3 tahun kemudian dia tetap setia, jadi 18 tahun) yang gak pernah nyerah, gue seneng gimana dia tetap optimis dan percaya kalo suatu hari Song Yi bakal jawab "Iya" ketika dia nanya "Maukah kamu menikah denganku?" Meski sampai akhir dia tetap masuk Friendzone. BETAPA MENYAKITKANNYA FRIENDZONE.
Gue selalu benci sama tokoh antagonis drama korea tapi di drama ini jujur gue malah seneng. Gue seneng sama karakter Yoo Se Mi disini, gue sendiri agak bingung dia masuk nya antagonis apa protagonis ya... di satu sisi gue juga jelas bakal berubah kayak dia, ya gimana enggak selama 15 tahun lo selalu jadi nomer dua, dari urusan karir sampe cinta. SAKIT TAUK. Gimana rasanya lo selalu baik tapi gak dihargai, gimana rasanya lo selalu ada untuk mengucapkan selamat tapi giliran lo sukses semua se-akan gak ada arti. OH SAKITNYA. Di sisi lain dia tetap punya rasa peduli sama Song Yi (diakhir cerita kan mereka deket lagi) Dia yang sama kayak Hee Kyung, harus masuk Friendzone. KENAPA SIH ORANG BAIK HARUS JADI SAMPAH TERUS.
Karakter yang paling antagonis disini adalah Lee Jae Kyung dan gue juga suka. Jahat sih tapi acting nya bagus. POKOKNYA BAGUS
AH POKOKNYA INI PERTAMA KALI NYA ADA DRAMA KOREA YANG BIKIN GUE JATUH CINTA SAMA SEMUA KARAKTERNYA. GARIS BAWAHI KATA SEMUA.
Biasanya, gue kalau nonton drama korea selalu jatuh cinta sama pemeran utama cowoknya DOANG atau pemeran cowok kedua nya DOANG. tapi kali ini gue jatuh cinta sama keduanya. GUE DILEMA ABIS. yang satu selalu ada pas kita kesulitan dan berkorban abis-abisan, yang satu selalu ada dalam keadaan apapun dan berjuang abis-abisan. Tapi gimana ya hati emang gak bisa bohong. ASIK.
Gue juga suka sama quotes-quotes yang ada di drama ini. AH GUE MULAI GILA.
SEDIH LO SERIUS. Gue suka sama endingnya. Endingnya gak bisa gue tebak. Awalnya gue punya banyak spekulasi, yang pertama si Do Min Joon nya balik ke planetnya dan ending drama ini akan menjadi SAD ENDING. Atau si Do Min Joon nya menetap di Bumi meski ujung2nya dia jadi mati dan tetap jadi SAD ENDING atau si Do Min Joon kembali ke Bumi tapi 404 tahun lagi dan bertemu reinkarnasi dari Cheon Song Yi yang bakal bikin ending ini jadi SAD ENDING dicampur WEIRD ENDING.Atau si Do Min Joon nya menetap di Bumi dan gak mati karena sesuatu hal yang bakal bikin cerita ini jadi HAPPY ENDING tapi malah jatoh ke WEIRD ENDING di mata gue nanti nya. Eh tau nya Do Min Joon tetap kembali ke planetnya dan untung UFO yang dia naiki masuk ke wormhole Jadi dia bisa menembus ruang dan waktu. Saik. Jadi ending-nya tetap mempertahankan unsur "fantasi"-nya.
Episode 20 dan 21 adalah pembabatan air mata banget. Gue nonton ini malem-malem dan nangis kejer HAHAHA. Si Song Yi yang tetap setia nungguin Do Min Joon aduh hatiku tersayat. Mungkin lagu Nikita Willy cocok untuk bagian ini. Ku akan menanti meski harus penantian panjang, ku akan tetap setia menunggumu. Duh gue gak begitu apal liriknya.
KALAU ADA AWARD LDR PALING JAUH, FIX MEREKA MENANG. Lo semua paling LDR-an sebatas antar kota, provinsi atau negara kan??? BELUM PERNAH BEDA PLANET KAN???
Do Min Joon yang harus bersusah payah buat kembali ke bumi, iya susah, karena bisa aja dia salah teleportasi, bisa aja dia malah nyampe ke Bulan atau Mars atau nyampe ke Bumi tapi malah nyasar ke kamar gue. BISA AJA.
Song Yi yang harus siap ditinggal Do Min Joon kapan aja dan secara mendadak karena kesedot lagi ke wormhole. Gimana mereka menghabiskan waktu mereka sebisa mungkin. Gimana saat-saat mereka berdua terasa sangat berharga karena bisa aja itu saat terakhir mereka ketemu. Gimana Do Min Joon yang harus bulak-balik antar planet tapi tetap berusaha balik ke Bumi. Gimana Song Yi yang harus siap sendiri tanpa bisa di duga meski ketika dia tertidur lalu bangun Do Min Joon akan ada di sampingnya kemudian berkata "Aku pulang."
Semua pola pikir gue tentang jeleknya alien, terus bentuk mereka yang kayak setengah kadal setengah komodo kemudian operasi pengen jadi banteng taunya salah operasi karena mal praktek dan berujung muka mereka malah jadi Buaya gagal bercampur spesies gak jelas lainnya UDAH MUSNAH. YEEE. Kalau semua Alien mukanya kayak Kim Soo Hyun, NIKAHKAN AKU DENGAN ALIEN.
Ya Allah apabila ada alien kayak Do Min Joon, Elmira minta satu ya Allah.
Ah ada satu lagi.
Ahn JaeHyun (Pemeran Cheon Yoon Jae alias yang jadi anak SMA di cerita ini alias yang jadi adiknya Cheon Song Yi) resmi gue masukin ke dalam daftar gue yaitu "Manusia laknat 2014" KARENA GUE BARU TAU DIA KELAHIRAN 87 YANG BERARTI LEBIH TUA SETAUN DARI KIM SOO HYUN YANG BERARTI GUE KETIPU KARENA GUE KIRA DIA KELAHIRAN 97. Tapi yaudahlah, Elmira tetap cinta Oppa. Geli sebenernya pake kata 'Oppa' tapi yaudah gapapa. Luphluph Oppa.
Duh, sampai kapan gue ada di dunia per-oppa-an ini. JELAS AJA. GUE TERJEBAK. I'M TRAPPED. SELAMANYA OTAK GUE AKAN DIKELILINGI MANUSIA GANTENG INI. udahlah mungkin bakal terus terjebak dalam dunia per-oppa-an.
Sekian. Eh, btw gue tau drama ini fiktif dan gak nyata, tapi biarin ajalah ya gue lagi melatih otak kanan soalnya. HAHAHAHA ALIBI ABIS.
Udah, sekian, sorry buat banyak nya capslock. KARENA GUE GAK BISA WOLES HAHAHAHA.
Dapet salam sayang kecup manis manja dari my babe, Kim Soo Hyun. muchmuch. luphluph.
Ah iya dari 1-10 drama ini gue kasih 9 kurang satu, yaitu penjambaran tentang Jae Kyung yang gimana mulainya dia jadi psycopath. Ya maksud gue kurang di jelasin aja gitu dulu bapaknya mem-perlaku-kan dia se-gak adil apa kalo di banding kakak pertama nya yang bikin dia jadi pengen nguasain ini itu. Tapi overall bagus kok. BEST KOREAN DRAMA EVER. Fix. Bye. Annyeong.
Minggu, 30 Maret 2014
Cahaya di Tengah Kegelapan?
Aku turun ke bumi. Kaki ku menapak disini. Tapi, sungguh aku masih tidak mengerti. Semua masa lalu itu juga masih membayangi. Kelam nya kenangan kembali mengikuti. Aku hidup dengan penuh rasa pahit akan tidak percaya diri. Ingin rasanya aku mati dan enggan hidup kembali. Ingin rasanya aku hidup di masa ketika kedua tangan ini hanya mampu meraih sebuah ibu jari. Berikut aku sadar sebuah waktu tak mungkin bisa ku ulangi. Aku ingin terbang tinggi. Menuju langit paling tinggi yang katanya mustahil untuk ku duduki. Atau kalau boleh aku ingin berlari ke sebuah tempat sunyi tak berpenghuni. Aku ingin sekali! Ingin lari! Ingin terbang tinggi! Agar tak ada lagi air mata yang menetesi pipi. Aku ingin kembali. Kembali pada sang Ilahi. Tapi kemudian aku sadar, bila hanya karena ini berarti aku hanya sosok hamba yang tak tau diri.
Aku marah. Semua keadaan ini hanya bertambah parah. Aku ingin semua penat ini merekah. Menghilang dimakan semua rasa bersalah. Sehingga aku bisa berjalan sesuai arah. Karena harus kalian tau aku hanya wayang yang selalu terancam anak panah. Semua terasa salah. Kemana pun aku melangkah semua terasa salah semua serasa tak terarah. Semua rasa pahit itu harusnya tumpah! Iya, harusnya tumpah! Aku benci ketika semua itu berada di otakku membuatku hanya merasakan amarah tak menentu dan membuatku terpaksa mengeluarkan segala sumpah serapah.
Aku tau, setiap orang punya cerita. Dan, aku harus bersyukur karena ceritaku tidak sebanding dengan mereka. Aku juga sadar aku hanya seorang hamba yang harusnya tak pernah mengeluh pada sang Kuasa. Tapi apa daya, sungguh aku hanya manusia biasa. Jujurlah, kalian juga pasti pernah merasakan bagaimana sesaknya rasa putus asa. Bagaimana rasanya? Sesak tidak? Kalo iya, berarti kita sama. Aku kini hanya bergantung pada doa. Harapan kecil yang selalu ada. Aku tau, keajaiban Allah itu ada. Itu mengapa aku percaya, semua yang pahit akan terasa manis ketika memang tiba waktunya. Dan juga aku percaya bahkan sangat percaya, Allah tak akan membiarkan beban ini terasa selamanya.
Bismillahirahmanirahim. Semangat!
Aku marah. Semua keadaan ini hanya bertambah parah. Aku ingin semua penat ini merekah. Menghilang dimakan semua rasa bersalah. Sehingga aku bisa berjalan sesuai arah. Karena harus kalian tau aku hanya wayang yang selalu terancam anak panah. Semua terasa salah. Kemana pun aku melangkah semua terasa salah semua serasa tak terarah. Semua rasa pahit itu harusnya tumpah! Iya, harusnya tumpah! Aku benci ketika semua itu berada di otakku membuatku hanya merasakan amarah tak menentu dan membuatku terpaksa mengeluarkan segala sumpah serapah.
Aku tau, setiap orang punya cerita. Dan, aku harus bersyukur karena ceritaku tidak sebanding dengan mereka. Aku juga sadar aku hanya seorang hamba yang harusnya tak pernah mengeluh pada sang Kuasa. Tapi apa daya, sungguh aku hanya manusia biasa. Jujurlah, kalian juga pasti pernah merasakan bagaimana sesaknya rasa putus asa. Bagaimana rasanya? Sesak tidak? Kalo iya, berarti kita sama. Aku kini hanya bergantung pada doa. Harapan kecil yang selalu ada. Aku tau, keajaiban Allah itu ada. Itu mengapa aku percaya, semua yang pahit akan terasa manis ketika memang tiba waktunya. Dan juga aku percaya bahkan sangat percaya, Allah tak akan membiarkan beban ini terasa selamanya.
Bismillahirahmanirahim. Semangat!
Rabu, 12 Maret 2014
D'RAMEN part 2
Awalnya gue mau membahas sesuatu cuma sebagai intro *halah* mau upload bentar tentang ultahnya Ican hihi.
Kemaren gue sama anak D'RAMEN (<-- klik ini buat yang gatau, btw itu post taun 2010 maap bahasa gue masih alaydan mungkin sampe sekarang ) ngasih surprise gitu wkwk secara Ican kan 17 tahun weeee. nambah umur!! punya ktp!! ikut nyoblos yee!!
Sebenernya ultah Ican 11 Maret tapi kita ngasih surprise nya tanggal 12 Maret.
Singkat cerita kita beli kue, kumpul di rumah menanga, ke rumah Ican, nge gembel dulu di luar, beli cilok, ngatur strategi. Akhirnya kita nyamper Ican (buat yg gatau istilah nyamper, siapa tau bukan org sunda gitu kan, nyamper nih ibarat yang kayak gini loh "ican icaaan icaan main yuk" ya ngerti lah ya) Eh tapi ican gak keluar keluar. Berhubung sebelum kejadian kita udah nelpon mamahnya Ican yaudah pas Ican gak keluar - keluar kita langsung nyelonong masuk aja =__= ya berasa rumah sendiri gitu hahaha.
Masuk ke kamar nya Ican jeng jeng tau nya lagi tidur -_- Tapi pas itu pandangan kita lebih tertuju ke kakak nya Ican yg lagi tidur juga (nama tidak boleh di sebutkan). Berhubung kita adalah tipe RYSHLKO jadi ya kita sempet heboh gitu. haha. emang selalu heboh sih.
FYI, RYSHLKO adalah Remaja Yang Suka Histeris Lihat Kakak Orang.
Skip. Makan kue. Lempar terigu dsb. Kita gak langsung pulang, ya siapa sih yang bakal pengen cepet pulang kalo lagi sama temen - temennya apalagi sahabatnya. Kita ngobrol ngobrol dulu sambil nunggu si Prince Rizkan mandi. Dan, dari isi obrolan kita gue mulai nyadar ada perubahan dari kita semua, perubahan ke arah positif kok.
Ya intinya gitu, Hm. Gak kerasa. Kenal mereka semua udah lama. Pertama liat Denish dengan baju SD nya yg ala Slamet Riyadi dengan rambut panjang nya plus kacamata terus kelakuannya yang dari awal masuk udah heboh. Terus Dhea, si primadona, pake baju SD Muhammadiyah, gitu ya yang rok nya Ijo kalo gak salah, dengan rambut ikal nya, sekarang di kerudung. Terus Fyra anak Soka yang dari dulu sebangku sama Nabila 3 tahun, dari gigi nya belum pake behel sampe sekarang behel nya udah di lepas lagi. Ena yang juga anak Muhammadiyah yang dari kelas 7 ama Nindy lengket sampe sekarang. Ican dengan rompi SD Sabang nya yang bikin banyak kakak kelas cewek dateng ke kelas gara gara muka do'i yang mirip Vidi Aldiano (katanya) hahaha. Kopet yang aslinya namanya Rossaline kemudian kita nistakan namanya jadi Kopet yang lulusan SD Santo Yusuf. Amoy & Nadya si anak 7A yang suka nyasar ke 7F wkwkwk ya anak anak Muhammadiyah gitu sih eh tapi Nadya dari Griba wkwk. Ipeh si anak Istiqomah yang pas kelas 7 otaknya gitu HAHAHAHA.Menanga yang dari Soka juga yang dulu gue suka bilang mirip Amel Carla gara - gara poninya, sekarang di hijab juga wkwk dasar mamah dedeh (btw, bentar lagi menanga lulus Kumon loh!! HAHAHA akhirnya ya men bakal jadi master Kumon) Nabila si anak Banjarsari yang dibilang mirip Manohara terus Nindy si item manis dari Priangan yang selalu kalem dan mirip Mikha Tambayong (mana dulu masih jaman jamannya kepompong eksis wkwk). Dan, gue yang dulu kalian bilang sempet bingung "dari SD mana!? kok baju nya lengan panjang rok nya pendek?" Hahaha.
Ketemu pas pake baju putih merah terus akhirnya kita semua pake baju putih biru yang sama. Almamater yang sama. Meski SMA kita udah pisah kita tetep bisa keep contact. Huuuh sedihhh. Gak kerasa banget, liat mereka semua dari yang awal ketemu kita polos polos banget ya taulah anak SD baru lulus terus jadi anak putih biru di mana dalam fase itu semua kata 'pertama' dimulai. Ya, kaya "gila ini pertama kali nya kabur pas pelajaran" atau kayak "gila ini pertama kali nya gue pulang jam 10 malem" sampe kayak "ah jadi ini yang namanya cinta pertama." Karena kebanyakan dari kami baru mulai yang namanya ngerti tentang cinta bahkan sampe pacaran pertama kali tuh ya pas SMP. Dan sampe sekarang jadi anak putih abu bejat bejat nya bareng bareng. HAHA Berapa konflik kita lewatin. Marah, Kesel, Nangis bareng - bareng. Ujung - ujung nya kita semua baikan lagi dengan sendirinya. Mabal bareng, jajan bareng, nginep bareng, ah iya ngomongin orang juga bareng.
Ah, indahnya punya mereka semua
Yaudah ya, ini ada beberapa photo pas kemaren ke rumah Ican hahaha. Tapi gak semua bisa ikut :( biasa lah ya kan kalo bukan hari libur gitu suka banyak kegiatan masing - masing. Sedih :(
Selamat ulang tahun Ican. Bertambah umur berkurang usia, semoga semakin dewasa, makin rajin, semoga bisa jadi calon Imam yang baik untuk keluarga nya kelak, patut di akui semoga makin ganteng dan makin banyak cewek yang naksir! Hahaha
N.B: Photo di atas di ambil dalam keadaan pulang sekolah, sore, kucel, plus gue yang otak nya masih panas gara gara UTS matematika.
Kemaren gue sama anak D'RAMEN (<-- klik ini buat yang gatau, btw itu post taun 2010 maap bahasa gue masih alay
Sebenernya ultah Ican 11 Maret tapi kita ngasih surprise nya tanggal 12 Maret.
Singkat cerita kita beli kue, kumpul di rumah menanga, ke rumah Ican, nge gembel dulu di luar, beli cilok, ngatur strategi. Akhirnya kita nyamper Ican (buat yg gatau istilah nyamper, siapa tau bukan org sunda gitu kan, nyamper nih ibarat yang kayak gini loh "ican icaaan icaan main yuk" ya ngerti lah ya) Eh tapi ican gak keluar keluar. Berhubung sebelum kejadian kita udah nelpon mamahnya Ican yaudah pas Ican gak keluar - keluar kita langsung nyelonong masuk aja =__= ya berasa rumah sendiri gitu hahaha.
Masuk ke kamar nya Ican jeng jeng tau nya lagi tidur -_- Tapi pas itu pandangan kita lebih tertuju ke kakak nya Ican yg lagi tidur juga (nama tidak boleh di sebutkan). Berhubung kita adalah tipe RYSHLKO jadi ya kita sempet heboh gitu. haha. emang selalu heboh sih.
FYI, RYSHLKO adalah Remaja Yang Suka Histeris Lihat Kakak Orang.
Skip. Makan kue. Lempar terigu dsb. Kita gak langsung pulang, ya siapa sih yang bakal pengen cepet pulang kalo lagi sama temen - temennya apalagi sahabatnya. Kita ngobrol ngobrol dulu sambil nunggu si Prince Rizkan mandi. Dan, dari isi obrolan kita gue mulai nyadar ada perubahan dari kita semua, perubahan ke arah positif kok.
Ya intinya gitu, Hm. Gak kerasa. Kenal mereka semua udah lama. Pertama liat Denish dengan baju SD nya yg ala Slamet Riyadi dengan rambut panjang nya plus kacamata terus kelakuannya yang dari awal masuk udah heboh. Terus Dhea, si primadona, pake baju SD Muhammadiyah, gitu ya yang rok nya Ijo kalo gak salah, dengan rambut ikal nya, sekarang di kerudung. Terus Fyra anak Soka yang dari dulu sebangku sama Nabila 3 tahun, dari gigi nya belum pake behel sampe sekarang behel nya udah di lepas lagi. Ena yang juga anak Muhammadiyah yang dari kelas 7 ama Nindy lengket sampe sekarang. Ican dengan rompi SD Sabang nya yang bikin banyak kakak kelas cewek dateng ke kelas gara gara muka do'i yang mirip Vidi Aldiano (katanya) hahaha. Kopet yang aslinya namanya Rossaline kemudian kita nistakan namanya jadi Kopet yang lulusan SD Santo Yusuf. Amoy & Nadya si anak 7A yang suka nyasar ke 7F wkwkwk ya anak anak Muhammadiyah gitu sih eh tapi Nadya dari Griba wkwk. Ipeh si anak Istiqomah yang pas kelas 7 otaknya gitu HAHAHAHA.Menanga yang dari Soka juga yang dulu gue suka bilang mirip Amel Carla gara - gara poninya, sekarang di hijab juga wkwk dasar mamah dedeh (btw, bentar lagi menanga lulus Kumon loh!! HAHAHA akhirnya ya men bakal jadi master Kumon) Nabila si anak Banjarsari yang dibilang mirip Manohara terus Nindy si item manis dari Priangan yang selalu kalem dan mirip Mikha Tambayong (mana dulu masih jaman jamannya kepompong eksis wkwk). Dan, gue yang dulu kalian bilang sempet bingung "dari SD mana!? kok baju nya lengan panjang rok nya pendek?" Hahaha.
Ketemu pas pake baju putih merah terus akhirnya kita semua pake baju putih biru yang sama. Almamater yang sama. Meski SMA kita udah pisah kita tetep bisa keep contact. Huuuh sedihhh. Gak kerasa banget, liat mereka semua dari yang awal ketemu kita polos polos banget ya taulah anak SD baru lulus terus jadi anak putih biru di mana dalam fase itu semua kata 'pertama' dimulai. Ya, kaya "gila ini pertama kali nya kabur pas pelajaran" atau kayak "gila ini pertama kali nya gue pulang jam 10 malem" sampe kayak "ah jadi ini yang namanya cinta pertama." Karena kebanyakan dari kami baru mulai yang namanya ngerti tentang cinta bahkan sampe pacaran pertama kali tuh ya pas SMP. Dan sampe sekarang jadi anak putih abu bejat bejat nya bareng bareng. HAHA Berapa konflik kita lewatin. Marah, Kesel, Nangis bareng - bareng. Ujung - ujung nya kita semua baikan lagi dengan sendirinya. Mabal bareng, jajan bareng, nginep bareng, ah iya ngomongin orang juga bareng.
Ah, indahnya punya mereka semua
Yaudah ya, ini ada beberapa photo pas kemaren ke rumah Ican hahaha. Tapi gak semua bisa ikut :( biasa lah ya kan kalo bukan hari libur gitu suka banyak kegiatan masing - masing. Sedih :(
Selamat ulang tahun Ican. Bertambah umur berkurang usia, semoga semakin dewasa, makin rajin, semoga bisa jadi calon Imam yang baik untuk keluarga nya kelak, patut di akui semoga makin ganteng dan makin banyak cewek yang naksir! Hahaha
N.B: Photo di atas di ambil dalam keadaan pulang sekolah, sore, kucel, plus gue yang otak nya masih panas gara gara UTS matematika.
Sabtu, 08 Maret 2014
“Orang yang baca banyak buku kayak kamu dan menguasai sejarah nggak
mungkin bodoh. Kamu cuma sial karena hidup di tempat dan waktu yang
salah. Tempat dan waktu ketika kamu dianggap bodoh kalau kamu nggak
pintar dalam hal yang namanya sains.”
― Windhy Puspitadewi
― Windhy Puspitadewi
Selasa, 25 Februari 2014
Anggap Aja Judulnya 'Cerdas'
Okay, skip tentang hal berbau anak muda yang baru aja gue post tadi HAHA.
Jadi gini, gue heran dan kadang berpikir apa gue satu satu nya di dunia ini yang belum pernah melihat orang tua yang berpikir kalo kecerdasan dalam bidang eksak bukan segalanya?
Gatau sih, gue cuma belum pernah liat aja ada orang tua yang bilang "Kamu kejar aja apa yang jadi mimpi kamu dalam bidang apapun, asal kamu sukses dengan cara yang baik."
Belum pernah. Eits, belum pernah ya bukan tidak akan pernah.
Dan gue juga kadang mikir, apa 'semua orang' juga berpikir kayak gitu? Berpikir kalo bidang eksak segala nya? Dan, orang yang mampu di bidang eksak itu WOW banget?
Ini maksudnya apa, El? Lo lagi curhat kalo lo biasa aja di bidang Eksak?
Dengan senang hati, gue akui iya. Dari 0-10 kalo masalah hitung-hitungan ke-jago-an gue ada di angka 5. Itupun bisa ada di angka 5 karena kalo masalah duit gue jago ngitung. Selebihnya? HEHE.
Cuma gak abis pikir kenapa sih mayoritas pada mikir kalo orang pintar cuma dalam bidang pelajaran aja? Oh to the my to the God. Ya Allah, tolong sadarkan lah mereka yang ber-pikir sangat mainstream itu untuk buka google dan cari tau kalo ternyata jenis kecerdasan itu ada banyak.
Gue gak akan ngasih tau apa aja jenis kecerdasan itu, karena blog gue bukan gue bikin dengan niat untuk berbagi informasi HEHE tapi gue kasih link nya aja (klik disini)
Ya cuma muak aja sih sama paradigma orang orang yang selalu mikir orang yang bisa dapet ranking 1 - 10 atau apalah itu berarti hebat banget. Dude, No. Dan suka kesel sama paradigma orang orang yang mikir kalo mereka gak bisa dapet ranking kelas itu berarti mereka bego dan gak bisa apa - apa.
Persis kayak gue dulu, tapi gue sekarang lagi mencoba ada di tahap bersyukur. Masih mencoba sih tapi semoga berhasil.
Gue cuma pengen nyampein apa yang ada di otak gue aja sih. Mau dianggap bener atau enggak, terserah.
Cuma, kalo emang kecerdasan manusia itu hanya tentang hitung - hitung an doang, halah, kenapa gak semua orang aja jadi Ilmuwan, atau apa kek gitu. Nyatanya enggak kan? Dunia juga butuh manusia cerdas yang hanya gak bergantung pada hitung - hitungan.
Ah, pokoknya for those yang sering ngerasa gak berbakat dan ngerasa bego, get your life! Semua orang cerdas hanya dalam bidang yang berbeda - beda.
Satu lagi, tenang kalo lo ngerasa gue lagi sok - sok an menceramahi diri lo semua, kalian gak sendiri. Karena, gue juga lagi menceramahi orang yang ada di pantulan cermin pas gue lagi ngaca. Alias gue juga nyeramahin diri gue sendiri kok. Hehe.
Selamat Malam semua.
Jadi gini, gue heran dan kadang berpikir apa gue satu satu nya di dunia ini yang belum pernah melihat orang tua yang berpikir kalo kecerdasan dalam bidang eksak bukan segalanya?
Gatau sih, gue cuma belum pernah liat aja ada orang tua yang bilang "Kamu kejar aja apa yang jadi mimpi kamu dalam bidang apapun, asal kamu sukses dengan cara yang baik."
Belum pernah. Eits, belum pernah ya bukan tidak akan pernah.
Dan gue juga kadang mikir, apa 'semua orang' juga berpikir kayak gitu? Berpikir kalo bidang eksak segala nya? Dan, orang yang mampu di bidang eksak itu WOW banget?
Ini maksudnya apa, El? Lo lagi curhat kalo lo biasa aja di bidang Eksak?
Dengan senang hati, gue akui iya. Dari 0-10 kalo masalah hitung-hitungan ke-jago-an gue ada di angka 5. Itupun bisa ada di angka 5 karena kalo masalah duit gue jago ngitung. Selebihnya? HEHE.
Cuma gak abis pikir kenapa sih mayoritas pada mikir kalo orang pintar cuma dalam bidang pelajaran aja? Oh to the my to the God. Ya Allah, tolong sadarkan lah mereka yang ber-pikir sangat mainstream itu untuk buka google dan cari tau kalo ternyata jenis kecerdasan itu ada banyak.
Gue gak akan ngasih tau apa aja jenis kecerdasan itu, karena blog gue bukan gue bikin dengan niat untuk berbagi informasi HEHE tapi gue kasih link nya aja (klik disini)
Ya cuma muak aja sih sama paradigma orang orang yang selalu mikir orang yang bisa dapet ranking 1 - 10 atau apalah itu berarti hebat banget. Dude, No. Dan suka kesel sama paradigma orang orang yang mikir kalo mereka gak bisa dapet ranking kelas itu berarti mereka bego dan gak bisa apa - apa.
Persis kayak gue dulu, tapi gue sekarang lagi mencoba ada di tahap bersyukur. Masih mencoba sih tapi semoga berhasil.
Gue cuma pengen nyampein apa yang ada di otak gue aja sih. Mau dianggap bener atau enggak, terserah.
Cuma, kalo emang kecerdasan manusia itu hanya tentang hitung - hitung an doang, halah, kenapa gak semua orang aja jadi Ilmuwan, atau apa kek gitu. Nyatanya enggak kan? Dunia juga butuh manusia cerdas yang hanya gak bergantung pada hitung - hitungan.
Ah, pokoknya for those yang sering ngerasa gak berbakat dan ngerasa bego, get your life! Semua orang cerdas hanya dalam bidang yang berbeda - beda.
Satu lagi, tenang kalo lo ngerasa gue lagi sok - sok an menceramahi diri lo semua, kalian gak sendiri. Karena, gue juga lagi menceramahi orang yang ada di pantulan cermin pas gue lagi ngaca. Alias gue juga nyeramahin diri gue sendiri kok. Hehe.
Selamat Malam semua.
Kamis, 13 Februari 2014
lagi-lagi tentang fisik
Entah darimana kalimat ini berasal atau dari siapa pertama kali kalimat ini menyebar yang pasti gue sering baca tweet ginian di twitter gue yang "mungkin"( inget ya ini masih kemungkinan ) yang ngetweet ini "mungkin" lagi dalam suasana galau karena tidak ikhlas atau gimana..gatau deh.
"Just because you have beautiful face it doesn't mean you have beautiful heart" ya kurang lebih gitu ya di kira - kira aja..
Cewek cantik belum tentu punya hati yang cantik. Gitu sih katanya.
Tunggu. Gue belum selesai. Gue masih punya 1 pertanyaan.
Pertanyaan gue bukan tentang "apakah lo yang ngomong gitu juga punya muka dan hati yang cantik?" Enggak...serius..gue lagi gak mau nanya hal itu..
Yang mau gue tanyain adalah, kalo cewek yang punya tampang cantik aja belum tentu punya hati yang cantik terus gimana sama yang muka nya biasa aja? apa kita bisa jamin kalo yang muka nya biasa aja hatinya lebih cantik dari yang mukanya cantik? Enggak kan..nah.
Cantik fisik emang kasat mata, bisa dinilai. Meskipun ada yang ber-alibi kalo cantik itu "relative" ah tapi kalo kata gue cantik ya cantik gak ada kata relative. Eh, tergantung deh. Iya, tergantung. Soalnya gini, katanya cewek cantik itu digolongkan menjadi 2 golongan. Pertama, cantik. Kedua, cantik banget. Dan gue yakin kata "relative" gak berpengaruh buat para golongan kedua. Menurut gue sih loh ya...eh tapi kata "relative" tetep berpengaruh buat golongan pertama. HEHE. Ya. kita kan tau hampir semua yang ada di dunia ini bersifat relative.
Oke, stop bahas cantik fisik. Gue cuma pengen bahas apa cantik nya hati seseorang itu bisa dinilai? Enggak kan?
Gue gatau gue nulis ini untuk apa..yang jelas, bukan buat gue. I swear. Eh gatau juga deng. hehe.
Suka gak ngerti kenapa ada orang yang suka bilang cantik muka belum tentu cantik hati. Yakali, kayak bisa liat isi hati orang aja. Entah sih gue gak bermaksud menyinggung siapapun. Bagi kalian yang lagi baca ini dan pernah mengatakan hal itu keep calm yaaa hehehe. Gue sendiri pernah bilang gitu gak ya...gak tau deh lupa. Kalo gue pernah, ya berarti gue sekarang udah tobat. Kalo gue dulu gak pernah bilang..ya Alhamdulillah.
Kadang kita suka lupa perbedaan antara keadaan dan pandangan. Secara pandangan kita, mungkin orang yang cantik muka emang suka ada aja yang hati nya busuk. Tapi itu secara pandangan, bukan secara keadaan. Gimana kalo cuma kita aja yang berpikirain kayak gitu? Gimana kalo realita nya orang yang kita sebut hati nya busuk itu ternyata hati nya gak busuk? Kalo kata kita, dia itu hatinya busuk, kata orang lain belum tentu loh...
Atau orang yang muka nya biasa aja, kita juga gak bisa bilang kalo muka dia biasa aja lalu itu berarti hati dia cantik. Enggak, gak ada yang bisa jamin. Meskipun emang pasti selalu ada yang muka nya biasa aja kemudian dia dapet anugerah berupa hati yang cantik. Selalu ada..garis bawahi kata selalu..
Susah sih kalo bahasannya hati cantik atau tidak, kita gak pernah tau isi hati orang lain. Bisa aja yang cantik (banget) secara muka emang cantik hati. Bisa aja yang muka nya cantik (gak pake banget) tapi hati nya cantik. Bisa aja yang cantik (banget) secara muka tapi hati gak cantik. Dan yang paling parah bisa aja yang cantik (gak pake banget) hati nya juga gak cantik. Selalu ada banyak kemungkinan. Kita gak akan pernah tau. Kecuali, kalo emang kita kenal dia benar - benar. Tapi, ingat tapi loh ya, untuk benar - benar mengenal orang lain itu gak segampang beli baso dipinggir jalan ketika lo lagi punya duit. Enggak...Bedain aja apa lo benar - benar mengenal atau bertingkah 'seolah' lo benar - benar mengenal.
"Just because you have beautiful face it doesn't mean you have beautiful heart" ya kurang lebih gitu ya di kira - kira aja..
Cewek cantik belum tentu punya hati yang cantik. Gitu sih katanya.
Tunggu. Gue belum selesai. Gue masih punya 1 pertanyaan.
Pertanyaan gue bukan tentang "apakah lo yang ngomong gitu juga punya muka dan hati yang cantik?" Enggak...serius..gue lagi gak mau nanya hal itu..
Yang mau gue tanyain adalah, kalo cewek yang punya tampang cantik aja belum tentu punya hati yang cantik terus gimana sama yang muka nya biasa aja? apa kita bisa jamin kalo yang muka nya biasa aja hatinya lebih cantik dari yang mukanya cantik? Enggak kan..nah.
Cantik fisik emang kasat mata, bisa dinilai. Meskipun ada yang ber-alibi kalo cantik itu "relative" ah tapi kalo kata gue cantik ya cantik gak ada kata relative. Eh, tergantung deh. Iya, tergantung. Soalnya gini, katanya cewek cantik itu digolongkan menjadi 2 golongan. Pertama, cantik. Kedua, cantik banget. Dan gue yakin kata "relative" gak berpengaruh buat para golongan kedua. Menurut gue sih loh ya...eh tapi kata "relative" tetep berpengaruh buat golongan pertama. HEHE. Ya. kita kan tau hampir semua yang ada di dunia ini bersifat relative.
Oke, stop bahas cantik fisik. Gue cuma pengen bahas apa cantik nya hati seseorang itu bisa dinilai? Enggak kan?
Gue gatau gue nulis ini untuk apa..yang jelas, bukan buat gue. I swear. Eh gatau juga deng. hehe.
Suka gak ngerti kenapa ada orang yang suka bilang cantik muka belum tentu cantik hati. Yakali, kayak bisa liat isi hati orang aja. Entah sih gue gak bermaksud menyinggung siapapun. Bagi kalian yang lagi baca ini dan pernah mengatakan hal itu keep calm yaaa hehehe. Gue sendiri pernah bilang gitu gak ya...gak tau deh lupa. Kalo gue pernah, ya berarti gue sekarang udah tobat. Kalo gue dulu gak pernah bilang..ya Alhamdulillah.
Kadang kita suka lupa perbedaan antara keadaan dan pandangan. Secara pandangan kita, mungkin orang yang cantik muka emang suka ada aja yang hati nya busuk. Tapi itu secara pandangan, bukan secara keadaan. Gimana kalo cuma kita aja yang berpikirain kayak gitu? Gimana kalo realita nya orang yang kita sebut hati nya busuk itu ternyata hati nya gak busuk? Kalo kata kita, dia itu hatinya busuk, kata orang lain belum tentu loh...
Atau orang yang muka nya biasa aja, kita juga gak bisa bilang kalo muka dia biasa aja lalu itu berarti hati dia cantik. Enggak, gak ada yang bisa jamin. Meskipun emang pasti selalu ada yang muka nya biasa aja kemudian dia dapet anugerah berupa hati yang cantik. Selalu ada..garis bawahi kata selalu..
Susah sih kalo bahasannya hati cantik atau tidak, kita gak pernah tau isi hati orang lain. Bisa aja yang cantik (banget) secara muka emang cantik hati. Bisa aja yang muka nya cantik (gak pake banget) tapi hati nya cantik. Bisa aja yang cantik (banget) secara muka tapi hati gak cantik. Dan yang paling parah bisa aja yang cantik (gak pake banget) hati nya juga gak cantik. Selalu ada banyak kemungkinan. Kita gak akan pernah tau. Kecuali, kalo emang kita kenal dia benar - benar. Tapi, ingat tapi loh ya, untuk benar - benar mengenal orang lain itu gak segampang beli baso dipinggir jalan ketika lo lagi punya duit. Enggak...Bedain aja apa lo benar - benar mengenal atau bertingkah 'seolah' lo benar - benar mengenal.
Selasa, 11 Februari 2014
Air Keruh dalam Gelas
Air keruh dalam gelas
Air keruh dalam gelas
Air keruh dalam gelas
Air keruh dalam gelas
Salah. Aku salah menulis judul dan isinya. tapi aku tetap menulis ini. harusnya bukan gelas. tapi botol tanpa tutup. ingin ditumpahkan tapi sulit. tidak akan bisa keluar. ingin dipecahkan nanti belingnya akan melukai diri sendiri. atau yang lebih parah kalau ada orang 'jahat' yang lihat saat aku memecahkan botolnya nanti pecahan belingnya malah dipungut orang lain lalu digunakan sebagai senjata.
Itu kenapa belum dibuang. Ih. sebenernya pengen dibuang. pengen dipecahin. tapi gak bisa. takut. kalo kena diri sendiri takut gak ada yang nolongin. harus bareng orang lain mecahinnya tapi takut orang lain itu justru nanti malah tidak bisa mengobati luka nya.
Ah. aku kebanyakan takutnya.
Setetes demi setetes sih udah tumpah. dan ada yang nampung lagi. tapi itu cuma tetesannya yang ke buang. gak ada pengaruh apa apa nya.
Ih. aku kebanyakan ngeluhnya
Botolnya nempel di tangan gak bisa lepas. Eh, salah lagi. bukan di tangan tapi di punggung. Nempel tanpa lem. Tempelannya lebih kuat dari lem super. Gatau pake apa nanti dilepasinnya. Cuma yakin suatu saat air keruh ini juga akan tumpah dengan sendirinya. Iya, dengan sendirinya. ketika aku sudah berhenti berusaha untuk melepaskannya. ketika aku justru menyerah karena semua usaha untuk memecahkannya yang tak kunjung berhasil nanti akan terlepas dengan sendirinya.
Sepertinya sih....
Atau mungkin air keruhnya tidak perlu dibuang cukup dijernihkan tapi aku tidak tau bagaimana caranya.
Air keruh dalam gelas
Air keruh dalam gelas
Air keruh dalam gelas
Salah. Aku salah menulis judul dan isinya. tapi aku tetap menulis ini. harusnya bukan gelas. tapi botol tanpa tutup. ingin ditumpahkan tapi sulit. tidak akan bisa keluar. ingin dipecahkan nanti belingnya akan melukai diri sendiri. atau yang lebih parah kalau ada orang 'jahat' yang lihat saat aku memecahkan botolnya nanti pecahan belingnya malah dipungut orang lain lalu digunakan sebagai senjata.
Itu kenapa belum dibuang. Ih. sebenernya pengen dibuang. pengen dipecahin. tapi gak bisa. takut. kalo kena diri sendiri takut gak ada yang nolongin. harus bareng orang lain mecahinnya tapi takut orang lain itu justru nanti malah tidak bisa mengobati luka nya.
Ah. aku kebanyakan takutnya.
Setetes demi setetes sih udah tumpah. dan ada yang nampung lagi. tapi itu cuma tetesannya yang ke buang. gak ada pengaruh apa apa nya.
Ih. aku kebanyakan ngeluhnya
Botolnya nempel di tangan gak bisa lepas. Eh, salah lagi. bukan di tangan tapi di punggung. Nempel tanpa lem. Tempelannya lebih kuat dari lem super. Gatau pake apa nanti dilepasinnya. Cuma yakin suatu saat air keruh ini juga akan tumpah dengan sendirinya. Iya, dengan sendirinya. ketika aku sudah berhenti berusaha untuk melepaskannya. ketika aku justru menyerah karena semua usaha untuk memecahkannya yang tak kunjung berhasil nanti akan terlepas dengan sendirinya.
Sepertinya sih....
Atau mungkin air keruhnya tidak perlu dibuang cukup dijernihkan tapi aku tidak tau bagaimana caranya.
Kamis, 06 Februari 2014
Untuk Kamu
Untuk kamu, yang selalu aku pandang dari ventilasi ketertarikan
sebentar...
beri aku waktu dulu sejenak
aku ingin memutar kembali
sesuatu yang terekam tanpa sadar
dua pasang bola mata yang bertemu
kamu tidak menyadari tapi aku iya
kamu tidak akan tau tapi aku tau
kamu tidak mengerti tapi tidak apa
jika sesuatu yang terpancar dari sanubari itu benar ada
aku tidak percaya
tapi itu dulu
sebelum aku tau sosok mu itu ada
berlalu di hadapanku dengan secepat kedipan mata
membuatku harus mencibir "ih kemana sih!"
hm..kamu memang jauh dari pandanganku
tapi dua kelereng kepala ini tidak berhenti mengawasimu (tidak atau belum ya..ah pokoknya itu hehe)
aku kira aura itu hanya omong kosong belaka
tapi kamu membuat itu semua menjadi fakta yang ada
aku tidak tau sampai kapan ini akan bertahan lamanya
tapi biarkan ini untuk sekali saja
sebentar...
beri aku waktu dulu sejenak
aku ingin memutar kembali
sesuatu yang terekam tanpa sadar
dua pasang bola mata yang bertemu
kamu tidak menyadari tapi aku iya
kamu tidak akan tau tapi aku tau
kamu tidak mengerti tapi tidak apa
jika sesuatu yang terpancar dari sanubari itu benar ada
aku tidak percaya
tapi itu dulu
sebelum aku tau sosok mu itu ada
berlalu di hadapanku dengan secepat kedipan mata
membuatku harus mencibir "ih kemana sih!"
hm..kamu memang jauh dari pandanganku
tapi dua kelereng kepala ini tidak berhenti mengawasimu (tidak atau belum ya..ah pokoknya itu hehe)
aku kira aura itu hanya omong kosong belaka
tapi kamu membuat itu semua menjadi fakta yang ada
aku tidak tau sampai kapan ini akan bertahan lamanya
tapi biarkan ini untuk sekali saja
untuk kamu, ini bukan puisi ya
Dari, aku.
Langganan:
Postingan (Atom)























