Aku turun ke bumi. Kaki ku menapak disini. Tapi, sungguh aku masih tidak mengerti. Semua masa lalu itu juga masih membayangi. Kelam nya kenangan kembali mengikuti. Aku hidup dengan penuh rasa pahit akan tidak percaya diri. Ingin rasanya aku mati dan enggan hidup kembali. Ingin rasanya aku hidup di masa ketika kedua tangan ini hanya mampu meraih sebuah ibu jari. Berikut aku sadar sebuah waktu tak mungkin bisa ku ulangi. Aku ingin terbang tinggi. Menuju langit paling tinggi yang katanya mustahil untuk ku duduki. Atau kalau boleh aku ingin berlari ke sebuah tempat sunyi tak berpenghuni. Aku ingin sekali! Ingin lari! Ingin terbang tinggi! Agar tak ada lagi air mata yang menetesi pipi. Aku ingin kembali. Kembali pada sang Ilahi. Tapi kemudian aku sadar, bila hanya karena ini berarti aku hanya sosok hamba yang tak tau diri.
Aku marah. Semua keadaan ini hanya bertambah parah. Aku ingin semua penat ini merekah. Menghilang dimakan semua rasa bersalah. Sehingga aku bisa berjalan sesuai arah. Karena harus kalian tau aku hanya wayang yang selalu terancam anak panah. Semua terasa salah. Kemana pun aku melangkah semua terasa salah semua serasa tak terarah. Semua rasa pahit itu harusnya tumpah! Iya, harusnya tumpah! Aku benci ketika semua itu berada di otakku membuatku hanya merasakan amarah tak menentu dan membuatku terpaksa mengeluarkan segala sumpah serapah.
Aku tau, setiap orang punya cerita. Dan, aku harus bersyukur karena ceritaku tidak sebanding dengan mereka. Aku juga sadar aku hanya seorang hamba yang harusnya tak pernah mengeluh pada sang Kuasa. Tapi apa daya, sungguh aku hanya manusia biasa. Jujurlah, kalian juga pasti pernah merasakan bagaimana sesaknya rasa putus asa. Bagaimana rasanya? Sesak tidak? Kalo iya, berarti kita sama. Aku kini hanya bergantung pada doa. Harapan kecil yang selalu ada. Aku tau, keajaiban Allah itu ada. Itu mengapa aku percaya, semua yang pahit akan terasa manis ketika memang tiba waktunya. Dan juga aku percaya bahkan sangat percaya, Allah tak akan membiarkan beban ini terasa selamanya.
Bismillahirahmanirahim. Semangat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar