Malam ini..
Salah deng. Dini hari ini, pukul 02:16 WIB gue masih merasa segar dan bugar padahal malam sebelumnya gue terhitung kurang tidur dibandingkan malam-malam liburan gue yang lain. Ditambah gue juga hari ini ada hal yang dilakukan selain bengong dan tidur di rumah dari subuh sampe maghrib.
Yaudah kebanyakan intermezzo. Intinya karena merasa belum ngantuk dan ingin menjadi sedikit produktif di waktu liburan ini, ingin kembali menuangkan pikiran dalam tulisan seperti dulu lagi. Sekaligus melatih kemampuan gue untuk mengekspresikan diri sendiri lagi, karena dalam jangka waktu panjang ke depan sepertinya gue harus mulai terbiasa untuk menulis lagi. Jadi, yaudah dimulai dari waktu liburan aja.
Banyak banget sih yang ingin gue tuliskan tapi kalo dipikir-pikir. Sekitar 5 hari yang lalu, hari Senin bukan sih? ya pokoknya Senin kemarin, gue pulang dari kampus abis ngobrol-ngobrol sama senior dan beberapa temen di jurusan. Simple sih, ngomongin beberapa hal tentang bayangan di jurusan aja bakal kayak gimana. Terus beres sekitar jam setengah 11 malam, gak mungkin pake angkot dong jam segini, yaudah memutuskanlah untuk naik gojeg, tapi dijemputnya gak di depan kampus, karena gue pengen jajan dulu, iya jajan. Beneran jajan ke salah satu minimarket 24 jam yang biasa kita sebut "lingkaran K" itu kebetulan deket sebuah rumah sakit yang ada di deket kampus gue, jadi gue bilang "Pak, saya dijemput di depan rumah sakit **** aja ya, 15 menit lagi aja Bapak kesininya."
Setelah beres jajan-jajan ceria karena selama bulan puasa emang jarang jajan akhirnya menemukan cemilan berasa melihat surga dunia, gak deng lebay, yaudah abis jajan jalan dikit ke depan rumah sakit, sebenernya daerah kampus gue terkenal horror. Baik horror karena makhluk bercelurit atau makhluk tak nampak kaki. Tapi malam itu gue gak takut sama sekali. Mata gue tertuju sama cahaya yang ada di rumah sakit. Bahkan, gue nunggu gojek itu di depan gerbang rumah sakit yang ngarah langsung ke jalan menuju kampus gue, yang mana emang cukup banyak cerita miring miring bikin pusing dan merinding tentang jalan itu. Anehnya, gue tetap tidak merasa takut. Padahal gue nonton The Conjuring 2 aja teriak-teriak dari awal sampe selesai sampe adek gue komentar "orang kayak kamu harusnya nonton 'Finding Dory' aja di studio sebelah" krik, eh tapi adek gue serius ngatain gue kayak gini.
Kenapa gue gak merasa takut?
Karena gue fokus sama rumah sakit yang ada di belakang gue. Pikiran gue tetap mengarah kesana, meskipun yang ada di depan mata gue adalah jalanan sepi kosong, gelap, dan seharusnya menyeramkan.
Gue cuma mikir, kenapa rumah sakit lebih dikenal sebagai tempat menyeramkan hanya karena banyak yang kehilangan nyawa di tempat itu padahal, ada banyak keluarga yang tersenyum karena kehadiran sesosok titipan Tuhan di tempat itu. Gue gak ngerti. Sama kayak gimana gue gak ngerti film romansa picisan yang menggunakan bandara sebagai bagian dari latar yang mendukung adegan termehek-mehek karena sebuah perpisahan. Elah, padahal tinggal beli tiket lagi aja buat nyusul, gak usah lari-lari di bandara seakan pesawat yang ditumpangi sosok yang dikejar itu akan membawa penumpangnya ke akhirat. Hehe ya intinya, bandara bukan hanya tentang perpisahan. Tapi juga bisa menjadi tempat perjumpaan, maksud gue, ketika kita ke bandara tujuan kita bukan hanya tentang pergi tetapi juga tentang pulang. Cie pulang.
Iya, dari sini gue mikir panjang, banyak hal di dunia ini yang terbiasa kita liat dari satu sudut pandang padahal, kalo kita liat dari sisi lain, punya cerita lain.
Sama kayak manusia.
Gue, dan manusia lain, banyak yang cepat meyakini satu manusia begini dan begitu hanya karena begini dan begitu. Padahal memikirkan manusia itu harusnya lebih sulit dari memecahkan soal uts kalkulus gue. Karena tidak ada yang tau bagaimana jawabannya, bisa banyak cara untuk melihat banyak sudut dari seorang manusia.
Yaudah gitu doang, intinya ingin mengingatkan diri sendiri untuk gak gampang ngejudge orang cuma dari satu aspek aja karena satu tahun ini, ketika gue tidak menulis, tidak mengungkapkan isi pikiran gue, gue jadi jarang berpikir dalam, akhirnya cuma mikir dangkal, dan gampang judge sana sini, ini itu, akhirnya menuai hal negatif untuk diri sendiri.
Udah El gini doang pikirannya?
Iya udah. Soalnya udah 15 menit, gojegnya udah dateng jadi udah gak mikirin ini lagi. Ganti jadi mikirin mas-mas gojeg yang tengah malam masih mau mencari nafkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar