"kita adalah cerminan dari apa yang kita pikirkan"Katanya sih gitu. Salah satu kalimat yang diciptakan untuk membuat umat manusia berpikir positif untuk dirinya sendiri.
Lagi-lagi gue dilema akan masalah yang sama.
Haruskah gue tetap optimis tanpa perlu realistis?
Well gue sendiri susah untuk mensejajarkan antara optimis dan realistis. Karena apa yang gue maksud dengan realistis disini adalah yang cakupannya luas.
Gue kadang berpikir sebagaimana pun orang-orang bilang "Bisa kok El! Kamu bisa!" gue akan selalu berpikir "Gimana kalo suatu hari nanti gue sadar kalo gue salah ambil keputusan?" "Gimana kalo apa yang gue bayangkan hari ini gak akan seperti apa yang terjadi di hari mendatang?" "Gimana kalo apa yang ada di hari mendatang adalah badai yang gak pernah gue kalkulasikan dalam perhitungan gue?"
since I'm a thinker gue selalu melakukannya dengan pertimbangan yang matang. Malah terkadang gue overthinking.
Sebenernya daripada disebut pesimis gue sendiri lebih mengkategorikan apa yang gue rasain ini sebagai ketakutan sih.
Gue cuma takut kalo gue salah ambil keputusan dan menyesal di akhir. Gue cuma takut kalo pilihan gue nantinya akan membuat gue berpikir "I'm not supposed to be here"
Tapi gue bisa apa..di balik ketakutan gue..ada yang lebih besar dari ini..dan gue tau untuk menggapai itu
Gue gak boleh jadi pencundang dan membiarkan diri gue kalah sama ketakutan gue sendiri!
Gue udah banyak melewati hujan deras dan badai, and I'm still doing just fine.
Dan gue tau gue akan selalu tetap menjadi penembus badai terhebat dan pendaki gunung tertangguh yang pernah gue tau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar